Sabtu, 30 April 2016

HANYA DENGAN KESABARAN KITA BISA MERAIH KEBERHASILAN

Kita Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Dibalik keberhasilan mereka selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuangan dan pengorbanan mereka, keringat dan kepayahan dan suka dukanya. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, maka kita bisa lupa dari keharusan untuk berupaya untuk memperbaikinya. Namun, bila kita terkagum pada ketegaran seseorang dalam berusaha, maka kita telah menyerap sebuah energi kekuatan, keberanian dan kesabaran.contoh  Pohon besar mampu menahan terjangan badai karana memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menunbuhkan dan melatih kekuatan. Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya. Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindungi dari terpaan hujan angin dan sebagainya. Tak ada hitungan malam untuk mencetak sebongkah batang yang tegar. Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar yang kekar mencengkeram bumi. Hanya dengan kesabaran kita bisa meraih keberhasilan. Tumbuhkanlah kesabaran bukan sekedar kecepatan meraih sukses.
Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara sudut pandang kita, hati pikiran kita, dan diri kita sendiri,bukan dengan jalan mengubah dunia itu atau bahkan malah menyesali takdir yang telah terjadi dalam kehidupannya. Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri.memang betul, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?Hanya dengan kesabaran itulah kita bisa meraih keberhasilan

Selasa, 08 Maret 2016

SEORANG PEMIMPIN PASTI BERTANGGUNG JAWAB

“Setiap manusia yang baru lahir diamanahi menjadi seorang pemimpin dan amanah ini suatu saat mereka pasti akan dimintai pertanggungjawabannya”
Seorang Pemimpin, ketika mendengar kata Pemimpin pasti berpikir kenapa mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah seorang pasti pemimpin negara bukan pemimpin itu banyak seperti dalam organisasi, pemimpin lembaga, dan lainnya. Kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan adalah sosok pemimpin seperti apakah yang sebenarnya dibutuhkan untuk dapat memimpin sebuah organisasi atau dalam lingkup yang lebih luas seperti sebuah negara?
Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah amanah besar yang harus dilaksanakan dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab sebab kelak segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar, akan diperhitungkan pada suatu hari yang pasti, yakni Hari Penghisaban dialam baka maupun pertangung jawabkan dumuka umum. Sesungguhnya setiap manusia diamanahkan oleh Allah untuk menjadi seorang pemimpin. Ya, setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin kita harus mampu mengorganisir diri dengan semaksimal mungkin dengan baik, mulai dari manajemen waktu yang baik, mengontrol diri dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku, sampai dalam hal menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan istirahat. Jika kita telah mampu menjadi seorang pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri barulah kita kembangkan potensi kepemimpinan ini dalam ranah yang lebih luas seperti organisasi atau lembaga.
Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi/lembaga merupakan sosok yang mempunyai peran penting terkait “mau dibawa kemana” organisasi/lembaga tersebut. Akibat peran penting yang diemban oleh seorang pemimpin, maka yang menjadi pemimpin suatu organisasi/lembaga haruslah seorang yang mempunyai parameter dan indikator sebagai pemimpin yang baik. Berikut adalah beberapa indikator yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut penulis.
Pertama, pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya sebab pada hakikatnya kepemimpinan adalah sebuah seni mempengaruhi serta memberikan motivasi anggota untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi/lembaga tersebut. Akan tetapi, kemampuan mempengaruhi ini harus dilakukan dengan seni –teknik menyampaikan- yang tepat, sebab jika kurang tepat dalam cara menyampaikan dikhawatirkan malah meninggalkan persepsi yang salah kepada para anggota.
Kedua, pemimpin harus bersikap jujur dan terbuka. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap pemimpin sebab jika dalam hal kejujuran saja seorang pemimpin sudah meragukan maka bagaimana ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Kejujuran di sini juga terkait keterbukaan (transparansi) seorang pemimpin kepada anggotanya, yakni dalam menghadapi suatu permasalahan. Setiap anggota mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran dari setiap permasalahan yang ada. Jangan sampai keputusan dalam menghadapi suatu permasalahan hanya diputuskan oleh pemimpin sendiri tanpa melibatkan anggotanya.
Ketiga, pemimpin harus bersikap adil dan bijaksana. Dalam menghadapi suatu permasalahan seorang pemimpin harus bijaksana memandang masalah tersebut dari berbagai sisi sehingga dalam penyelesaiannya yang didiskusikan bersama anggota, akan dihasilkan sebuah keputusan yang tidak menguntungkan salah satu pihak/golongan. Dengan demikian, hasil keputusan tersebut dapat bersifat adil. Untuk kriteria ketiga ini sangat berhubungan dengan kriteria sebelumnya, yaitu jujur dan terbuka. Keputusan yang diambil ketika menghadapi suatu permasalahan harus sebelumnya terdapat keterbukaan dalam menyampaikan duduk permasalahan kepada anggota, sehingga keputusan yang diambil dapat bersifat adil dan dapat menunjukkan kebijaksanaan seorang pemimpin.
Keempat, pemimpin harus disiplin. Salah satu sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang baik adalah disiplin. Artinya, setiap pemimpin harus mampu memajemenkan diri dengan baik sehingga kedisplinannya tersebut dapat dijadikan tauladan untuk para anggotanya. Satu hal yang harus selalu diingat oleh seorang pemimpin, yaitu “Pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Private Sector harus selesai sebelum mengurus Public Sector.” Dengan demikian, ketika seorang pemimpin sedang terjun ke ranah publik, sudah tidak lagi sibuk mengurusi hal-hal privat yang belum terselesaikan.
Kelima, pemimpin harus mempunyai wawasan yang luas. Memimpin sebuah organisasi/lembaga berarti harus siap untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang menghampiri. Oleh karena itu, wawasan yang luas harus dimiliki setiap pemimpin untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Hal ini juga dapat dikembangkan dengan menumbuhkan sifat Open Minded.
Keenam, pemimpin harus mampu membangun kerja sama yang baik dengan anggotanya. Dalam mengelola sebuah organisasi/lembaga, seorang pemimpin tidaklah mampu untuk menjalankan dan mengelolanya sendiri, melainkan pasti membutuhkan kerjasama dengan anggota. Pemimpin harus dapat membentuk suasana kerjasama yang nyaman sehingga anggota menjadi lebih produktif. Dengan demikian, melalui kerja sama yang sinergis ini tujuan dan cita-cita organisasi dapat tercapai. Akan tetapi, satu hal yang harus dipahami oleh seorang pemimpin, yakni seorang bos akan berkata “You Go!” kepada para anggotanya, sedangkan seorang pemimpin adalah yang berkata “Let’s Go!”.
Ketujuh, pemimpin harus senang mendengarkan. Hal ini yang seringkali luput dari pemimpin saat ini, yaitu kemampuan untuk mendengarkan. Ya, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, sebab kebanyakan orang-orang lebih suka untuk didengarkan daripada untuk mendengarkan. Padahal mendengarkan adalah sebuah kesempatan untuk lebih memahami dan mengerti, tentu akan sangat penting bagi seorang pemimpin, yakni pemahaman terhadap anggotanya. Ironinya adalah tidak semua pemimpin mau mendengarkan aspirasi dari orang lain, bahkan angggotanya sendiri, terbukti dengan adanya sikap “memilih-milih” orang yang sekiranya diajak berdiskusi olehnya. Bukankah pepatah mengatakan “Jangan lihat siapa yang menyampaikan, melainkan dengarlah apa yang disampaikan.” Dengan demikian, pemimpin yang baik pasti seorang pendengar yang baik. Ia akan semakin dihormati dan dikagumi para anggotanya sebab kerendahan hati yang dimiliki dengan kesediaannya untuk menjadi pendengar yang baik.
Terakhir –namun bukan yang terkahir-, pemimpin harus berani untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Dalam memimpin sebuah organisasi seorang pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengarahkan anggota dan organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar selalu berada di jalan yang Allah ridhoi sebab tanggung jawab sebagai seorang pemimpin bukanlah tanggung jawab yang main-main, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan.
Beberapa indikator yang telah disebutkan di atas memang bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dipenuhi, sebab manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tentu memiliki kekurangan. Akan tetapi, seorang pemimpin yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut, mengingat amanah yang diembannya ini pasti kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.





Minggu, 28 Februari 2016

KITA HARUS LEBIH BIJAKSANA MELIHAT SESEORANG

“Kita memiliki kemampuan untuk membuat hidup jadi apa yang diinginkan. Tetapi konsekuensi dari itu adalah kita harus bersedia untuk memberikan semua yang diperlukan untuk melakukannya.”
“Ketika masa-masa sulit, Kita akan tahu siapa teman Kita yang sebenarnya.”
“Penyesalan adalah kegiatan introspeksi diri disetiap kekhilafan. tapi, penyesalan itu tidak akan memiliki arti jika tidak diiringi dengan perubahan.”
“Masa depan adalah milik kita. Darimana kita berasal tidak akan menentukan nasib kita.”

“Hidup di dunia ini tidak hanya sekedar untuk dijalani, akan tetapi kita harus bisa untuk mengambil makna disetiap kejadian maupun peristiwa hidup yang telah terjadi,”
“Dengan pengalaman Kita dapat menjadi lebih bijaksana. Kita pun akan menyadari bahwa hal-hal buruk terkadang terjadi karena suatu alasan.”

“Tidak peduli dari mana semua berasal. Yang terpenting adalah kemana kita akan pergi dan menemuinya.”

Sabtu, 13 Februari 2016

“SETIAP MANUSIA BARU LAHIR DIAMANAHI MENJADI SEORANG PEMIMPIN

“Setiap manusia yang baru lahir diamanahi menjadi seorang pemimpin Amanah ini suatu saat mereka pasti akan dimintai pertanggungjawabannya”
Seorang Pemimpin, ketika kita mendengar kata Pemimpin pasti berpikir kenapa" mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah seorang pasti pemimpin Negara  pemimpin itu banyak seperti dalam Organisasi, pemimpin lembaga, dan lainnya. Kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan adalah sosok pemimpin seperti apakah yang sebenarnya dibutuhkan untuk dapat memimpin sebuah Organisasi atau dalam ruang lingkup yang lebih luas seperti sebuah Negara?
Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah amanah besar yang harus dilaksanakan dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab sebab kelak segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar, akan diperhitungkan pada suatu hari yang pasti, yakni Hari Penghisaban dialam baka maupun pertangung jawabkan dumuka umum. Sesungguhnya setiap manusia diamanahkan oleh Allah untuk menjadi seorang pemimpin. pasti setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin kita harus mampu mengorganisir diri dengan semaksimal mungkin dengan baik, mulai dari manajemen waktu yang baik, mengontrol diri dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku, sampai dalam hal menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan istirahat. Jika kita telah mampu menjadi seorang pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri barulah kita kembangkan potensi kepemimpinan ini dalam ranah yang lebih luas seperti Organisasi atau lembaga
Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi atau lembaga merupakan sosok yang mempunyai peran sangat penting saling terkait “mau dibawa kemana” organisasi/lembaga tersebut. Akibat peran penting yang diemban oleh seorang pemimpin, maka yang menjadi pemimpin suatu organisasi/lembaga haruslah seorang yang mempunyai parameter dan indikator baik sebagai pemimpin yang baik.menjadi terbaik
yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin menurut penulis.
PERTAMA Pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya sebab pada hakikatnya kepemimpinan adalah sebuah seni mempengaruhi serta memberikan motivasi anggota untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi/lembaga tersebut. Akan tetapi, kemampuan mempengaruhi ini harus dilakukan dengan seni –teknik menyampaikan- yang tepat, sebab jika kurang tepat dalam cara menyampaikan dikhawatirkan malah meninggalkan persepsi yang salah kepada para anggota.
KEDUA Pemimpin harus bersikap jujur dan terbuka. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap pemimpin sebab jika dalam hal kejujuran saja seorang pemimpin sudah meragukan maka bagaimana ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Kejujuran di sini juga terkait keterbukaan (transparansi) seorang pemimpin kepada anggotanya, yakni dalam menghadapi suatu permasalahan. Setiap anggota mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran dari setiap permasalahan yang ada. Jangan sampai keputusan dalam menghadapi suatu permasalahan hanya diputuskan oleh pemimpin sendiri tanpa melibatkan anggotanya.
KETIGA Pemimpin harus bersikap adil dan bijaksana. Dalam menghadapi suatu permasalahan seorang pemimpin harus bijaksana memandang masalah tersebut dari berbagai sisi sehingga dalam penyelesaiannya yang didiskusikan bersama anggota, akan dihasilkan sebuah keputusan yang tidak menguntungkan salah satu pihak/golongan. Dengan demikian, hasil keputusan tersebut dapat bersifat adil. Untuk kriteria ketiga ini sangat berhubungan dengan kriteria sebelumnya, yaitu jujur dan terbuka. Keputusan yang diambil ketika menghadapi suatu permasalahan harus sebelumnya terdapat keterbukaan dalam menyampaikan duduk permasalahan kepada anggota, sehingga keputusan yang diambil dapat bersifat adil dan dapat menunjukkan kebijaksanaan seorang pemimpin.
KEEMPAT Pemimpin harus disiplin. Salah satu sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang baik adalah disiplin. Artinya, setiap pemimpin harus mampu memajemenkan diri dengan baik sehingga kedisplinannya tersebut dapat dijadikan tauladan untuk para anggotanya. Satu hal yang harus selalu diingat oleh seorang pemimpin, yaitu “Pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Private Sector harus selesai sebelum mengurus Public Sector.” Dengan demikian, ketika seorang pemimpin sedang terjun ke ranah publik, sudah tidak lagi sibuk mengurusi hal-hal privat yang belum terselesaikan.
KELIMA Pemimpin harus mempunyai wawasan yang luas. Memimpin sebuah organisasi/lembaga berarti harus siap untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang menghampiri. Oleh karena itu, wawasan yang luas harus dimiliki setiap pemimpin untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Hal ini juga dapat dikembangkan dengan menumbuhkan sifat Open Minded.
KEENAM Pemimpin harus mampu membangun kerja sama yang baik dengan anggotanya. Dalam mengelola sebuah organisasi/lembaga, seorang pemimpin tidaklah mampu untuk menjalankan dan mengelolanya sendiri, melainkan pasti membutuhkan kerjasama dengan anggota. Pemimpin harus dapat membentuk suasana kerjasama yang nyaman sehingga anggota menjadi lebih produktif. Dengan demikian, melalui kerja sama yang sinergis ini tujuan dan cita-cita organisasi dapat tercapai. Akan tetapi, satu hal yang harus dipahami oleh seorang pemimpin, yakni seorang bos akan berkata “You Go!” kepada para anggotanya, sedangkan seorang pemimpin adalah yang berkata “Let’s Go!”.
KETUJUH Pemimpin harus senang mendengarkan. Hal ini yang seringkali luput dari pemimpin saat ini, yaitu kemampuan untuk mendengarkan. Ya, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, sebab kebanyakan orang-orang lebih suka untuk didengarkan daripada untuk mendengarkan. Padahal mendengarkan adalah sebuah kesempatan untuk lebih memahami dan mengerti, tentu akan sangat penting bagi seorang pemimpin, yakni pemahaman terhadap anggotanya. Ironinya adalah tidak semua pemimpin mau mendengarkan aspirasi dari orang lain, bahkan angggotanya sendiri, terbukti dengan adanya sikap “memilih-milih” orang yang sekiranya diajak berdiskusi olehnya. Bukankah pepatah mengatakan “Jangan lihat siapa yang menyampaikan, melainkan dengarlah apa yang disampaikan.” Dengan demikian, pemimpin yang baik pasti seorang pendengar yang baik. Ia akan semakin dihormati dan dikagumi para anggotanya sebab kerendahan hati yang dimiliki dengan kesediaannya untuk menjadi pendengar yang baik.
Terakhir –namun bukan yang terkahir-, pemimpin harus berani untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Dalam memimpin sebuah organisasi seorang pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengarahkan anggota dan organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar selalu berada di jalan yang Allah ridhoi sebab tanggung jawab sebagai seorang pemimpin bukanlah tanggung jawab yang main-main, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan.
Beberapa indikator yang telah disebutkan di atas memang bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dipenuhi, sebab manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tentu memiliki kekurangan. Akan tetapi, seorang pemimpin yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut, mengingat amanah yang diembannya ini pasti kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.


Senin, 13 Juli 2015

PEMIMPIN SEBAGAI AMANAH DI HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H

Menjelang Lebaran Hari Raya dan Pemilihan Kepala Daerah masyarakat dihadapkan pada suatu kondisi yang serba sulit. Infrastruktur dan regulasi yang masih semerawut, degradasi moralitas, sistem politik yang tidak stabil, dan sebagainya adalah kondisi-kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, wajar apabila kemudian masyarakat menuntut perlunya perbaikan dan perubahan yang lebih mendasar dan berkepentingan bagi semua orang. Dan itu perlu dimulai dari modal kepemimpinan yang memenuhi harapan masyarakat.kepemimpinan yang bisa menjadi acuan ihwal bagaimana bangsa ini harus melangkah ke depan. Hasil akhirnya, rakyat pun seperti anak ayam kehilangan induk.Banyak orang pinter tapi kehilangan akal Pemimpin yang baik adalah yang mengayomi bawahannya, bersikap bijaksana dan tegas, Memberi contoh yang baik, disiplin dan tanggung jawab. Jika pemimpin sudah bisa menjadi panutan,Sifat rendah hati dan merakyat menginspirasi untuk tidak membawa posisi pemimpin lupa apa akan janjinya kebijaksanaan, kecerdasan serta kemampuan dalam mengambil keputusan pemimpin adalah NAKHODA yang memiliki tujuan kemana kapal tersebut akan berlabuh.pemimpin ini selalu berpikir untuk memberikan inovasi ke depan, agar timnya berhasil menjadi pionir bukan Pemimpin menjadi follower.(pengikut ) pemimpin untuk meningkatkan kepercayaan publik. pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah (STAF)

1. Siddiq (jujur) sehingga ia dapat 

 dipercaya;

2. Tabligh (penyampai) atau 

kemampuan berkomunikasi dan 

 bernegosiasi;

3. Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;

4. Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.


Sabtu, 20 Juni 2015

SEORANG PEMIMPIN DAPAT MENCIPTAKAN SEORANG PEMIMPIN

ketahuilah! pada dasarnya semua manusia itu diciptakan untuk menjadi pemimpin maka jangan sampai kita merasa takut untuk menjadi pemimpin memotivasi serta kemampuan kita untuk dapat menjadi pemimpin yang baik dan mempunyai Integritas diri

1. Integritas kepada orang lain
Integritas atau memberikan kesetiaan atau kepedulian kepada orang lain atau bawahan, berarti mempertahankan nilai-nilai dan moral yang dipercayai kepada orang lain. Integritas akan menunjukkan kepada orang lain, komitmen terhadap satu hal dan bukan sebagai orang yang tulalit tidak percaya diri

2. Memelihara orang lain
Jika kita melihat ke sekeliling kita, maka akan kita saksikan bahwa ada orang di dalam hidup kita yang ingin diberi makan, dengan dorongan aman dan harapan, yang merupakan kebutuhan setiap manusia. Inti dari proses pemeliharaan adalah perhatian tulus kepada orang lain. Berikan perhatian dan rasa aman kepada orang yang dipimpin, namun tetap dengan cara yang mendidik.

3. Percaya terhadap kemampuan orang lain
Setiap orang akan senang jika mereka merasa dipercaya dan banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut. Berilah kepercayaan kepada orang yang kita pimpin sesuai dengan kemampuan dan wilayah kerjanya, namun sampaikan terlebih dahulu dengan jelas apa yang harus dia lakukan.

4. Mendengar apa yang disampaikan orang lain
Dengarkan dan perhatikan apa yang di sampaikan orang lain disekitar kita, ketika hal tersebut dilakukan sesungguhnya kita membangun hubungan terhadap orang lain dan mereka akan merasa dihargai. Karena pada dasarnya setiap orang pasti ingin dirinya dihargai, maka berikanlah hal itu. Orang yang tidak pernah menghargai orang lain, jangan pernah berharap dia akan dihargai apalagi dicintai.

5. Kemampuan memahami orang lain
Setiap orang sebenarnya ingin didengar, dihormati dan dipahami, ketika orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka akan merasa dimotivasi dan dipengaruhi secara positif. Sesungguhnya cara paling halus dan jitu untuk mempengaruhi dan mengambil hati orang lain adalah dengan memahami dan mendengarkan apa yang dia sampaikan. Berikan sepenuhnya apa yang sudah menjadi hak mereka tanpa harus melalaikan pendidikan untuk mereka sadar akan kewajiban mereka juga.

6. Mengembangkan bakat orang lain
Berarti kita membantu mereka menangkap peluang untuk membantu mewujudkan potensi mereka. Berikan kesempatan kepada orang yang kita pimpin agar mereka bisa terus maju dan meraih jenjang yang lebih tinggi. Tak akan pernah kita rugi bila kelak orang yang kita pimpin menjadi individu yang mandiri dan lebih sukses. Bahkan mereka mungkin akan menjadi akses atau relasi yang menguntungkan bagi kita di masa depan.

7. Menjadi arah (navigator) bagi orang lain
Berarti mengidentifikasi tempat tujuan. Ketika seseorang memiliki potensi pribadinya maka ia memerlukan arah untuk mengembangkan potensi tersebut. Dengan mengarahkan orang lain kepada kesuksesan, tanpa kita sadari kita pun telah melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses. Ilmu kita meningkat, pengalaman kita bertambah, kemampuan kita semakin diasah, relasi atau jaringan kita bertambah dan kebaikan kita pun berlipat ganda. Sungguh sebuah multiple effect yang luar biasa.

8. Berhubungan dengan orang lain
Dianalogikan pada rangkaian gerbong kereta api dan apa yang terjadi. Gerbong itu berada di atas rel, dimuati barang-barang, mempunyai tujuan dan rute. Tapi gerbong ini tidak memiliki arah jika tidak dihubungkan dengan lokomotif. Sama halnya ketika kita membawa orang pergi, kemana mereka harus pergi, dimana keberadaannya, ini hanya akan diketahui jika kita memiliki hubungan dengan banyak pihak, (maksudnya seorang pemimpin harus mempunyai arah dan tujuan yang jelas). Relationship dan multiple link adalah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin jika ia ingin timnya dan dirinya sukses. Semakin banyak relasi dan semakin luas jaringan yang kita miliki maka semakin besar peluang yang kita raih.

9. Memperlengkapi orang lain
Artinya ketika kita mempercayakan orang lain dengan sebuah keputusan penting maka kita harus dengan senang mendukungnya. Ketika kita memberi wewenang kepada orang lain maka kita telah meningkatkan kemampuan orang lain tanpa menurunkan kemampuan kita. Maksudnya jika seorang pemimpin telah mampu mendelegasikan tugas dengan baik kepada bawahannya, berarti ia telah membuat langkah cerdas dalam kerjanya, tugas yang tercapai lebih banyak dan lebih cepat. Bawahannya semakin pintar dan pada akhirnya tujuan bersama pun tercapai dengan hasil terbaik. Namun syarat sebelum pendelegasian adalah berikan penjelasan dan ilmu sampai orang yang kita delegasikan tersebut paham benar tentang apa yang harus ia lakukan.

10. Memproduksi orang berpengaruh
Artinya bagaimana ketika kita telah mengubah orang lain agar ia menjadi pengikut seperti diri kita. Pada akhirnya kita akan mampu menciptakan orang-orang berpengaruh yang kelak akan menciptakan orang-orang seperti kita juga. Dan terus seperti itu. Sehingga dalam lingkungan/koridor kepemimpinan kita semua personil, elemen dan pihak memiliki kemampuan seperti kita dan melakukan seperti apa yang kita inginkan tanpa harus selalu diperintah.

Menjadi Seorang Pemimpin "

*) Untuk menjadi seorang "Pemimpin" tak perlu kharisma ataupun ketrampilan berkomunikasi.
*) Seorang pemimpin yang baik bisa jadi Pendiam, Kasar, Ramah, Pemalu, Mengagumkan, Cerewet, suka menggertak, ataupun sifat manusia yang anda tahu dan punyai sekarang.
*) Seorang pemimpin mempunyai pengikut bahkan untuk seorang Pemimpin yang buruk sekalipun, karena tujuan kepemimpinan adalah untuk mendapatkan dan mencapai hasil.
*) Pemimpin yang buruk adalah yang memaksa orang - orang berupaya untuk mengontrol dan berpura - pura memiliki semua jawaban dengan tanpa sepengetahuan orang yang dimaksud dengan mengadopsi cara - cara orang tersebut dan diakui sebagai hasil pemikirannya (=pencurian ide - ide kreatif ataupun intelektualitas) dan untuk mendapatkan sesuatu selain hasil jangka panjang.
*) Pemimpin yang baik selalu mendapatkan hasil jangka panjang dengan memotivasi dan membebaskan pengikutnya untuk berfokus pada hasil dan tujuan yang ingin dicapai.
*) Ada dua karakteteristik untuk memotivasi orang ataupun pengikut yang dimiliki seorang Pemimpin yang baik :


  - Seorang Pemimpin harus berpegang pada suatu ide dan sebuah nilai yang dihormati orang lain.
  - Seorang Pemimpin memiliki kemampuan untuk mendefinisikan realitas untuk orang - orang yang bekerja untuknya ataupun pengikutnya.
*) Seorang Pemimpin tidak memiliki sifat - sifat umum, namun mereka memiliki kesamaan karakteristik yang secara total mendefinisikan pekerjaan mereka (Pemimpin), adapun karakteristik seorang Pemimpin adalah :
     - Mempunyai kemauan untuk memimpin bukan mengelola.
    - Memelihara moral yang tinggi.
   - Terfokus dan mampu memfokuskan orang yang mereka pimpin.
   - Memandang masa depan dengan harapan dan optimisme.
   - Mengambil resiko secara hati - hati.
  - Jujur pada diri sendiri.
  - Terus berjalan walau banyak rintangan dan hambatan.
  - Mengambil perspektif jangka panjang.
 - Tetap tenang saat diserang kritikan.
 - Memastikan orang dan pngikutnya memiliki sumber daya untuk melakukan pekerjaan mereka (pengikutnya).
 - Memulai perubahan daripada bereaksi terhadap perubahan.
 - Mengambil alih tanggung jawab.
 - Penuh ingin tahu dan fleksibel.
 - Melihat kesempatan dalam tantangan.
 - Meluangkan waktu untuk mengajarkan pada orang atau pengikutnya tentang sudut pandang mereka.
 - Membuat keputusan instingtif berdasar pengalaman, pengetahuan dan wawasan.
 - Dapat mengubah dunia kearah yang lebih baik.
  - Menguji asumsi secara konstan.
 - Mempunyai sikap mengambil alih kesalahan.
  - Tidak mentertawakan dan menyalahkan orang atau pengikutnya atas ide - ide dan usaha mereka atas kontribusinya dalam tujuannya mencapai hasil.
  - Mengambil alih tanggung jawab.
  - Menetapkan standar dan tujuan.
 - Menginginkan masa depan organisasi yang dipimpinnya menjadi lebih baik.
 - Tidak mengontrol secara berlebihan.
 - Percaya pada dirinya sendiri dan orang - orangnya.
- Mentoleransi kekeliruan.
 - Mengorientasi diri mereka sendiri (=Pemimpin) terhadap konsumen.
 - Bekerja untuk menanam nilai - nilai kebenaran kepada orang - orang dan pengikut mereka.
Tidak semua karakteristik tersebut dimilik seorang Pemimpin namun Pemimpin yang baik sering menunjukkan kebanyakan diantaranya dan tidak semua Manager atau Atasan adalah Pemimpin, dan tidak semua karyawan adalah pemimpin, karena bisa jadi dalam setiap karyawan yang bekerja adalah Pemimpin dan setiap Pemimpin adalah Pekerja
Pemimpin Komando yang baik haruslah mempunyai beberapa karakter dasar yang menghiasi dirinya. Karakter-karakter tersebut antara lain:
         Beriman
        Ikhlas
        Yakin dan tawakkal
        Berilmu pengetahuan dan mau belajar
        Berpendidikan atau berjiwa pendidik
        Murah hati atau santun
       Berkelakuan baik
       Memiliki kasih sayang dan keramahan
       Berkeadilan
       Bersabar dan mampu menahan penderitaan
      Mempunyai kemampuan keterampilan induvidual
      Rasa jiwa korsa penuh semangat kebersamaan

JIWA KORSA PEMIMPIN

Minggu, 05 April 2015

KUNCI KEBERHASILAN SEORANG PEMIMPIN


Seorang Pemimpin mempunyai Kunci Keberhasilan. Maukah Pemimpin berhasil? Keberhasilan adalah kerinduan setiap orang.pemimpin Meski berbagai-bagai usaha dilakukan tidak semua orang berhasil. Firman Tuhan memberikan kunci keberhasilan. Uzia adalah raja Yehuda yang dapat memerintah selama lima puluh tahun. Keberhasilannya dan lamanya memerintah bangsa Yehuda dikarenakan ia selalu mencari TUHAN.  Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.
Mungkin segala usaha sudah saudara tempuh namun belum berhasil. Baik di dalam membangun ekonomi, dalam pendidikan, dalam keluarga, dan berbagai-bagai hal. Inilah rahasianya carilah TUHAN dalam segala usaha saudara, maka ALLAH akan membuat segala usaha saudara berhasil

1.Pelajari Kesalahan

Pekerjaan, usaha atau bisnis apapun yang pernah kita lakukan lalu gagal, pasti punya kesalahan, baik faktor diri kita, orang lain atau sering dibilang banyak orang yaitu “faktor keberuntungan”. Disini saya mencoba menguraikan faktor-faktor tersebut.

Faktor diri kita, sering kali tanpa kita sadari kita telah bekerja sebaik mungkin, berusaha sebaik mungkin dan berbisnis sebaik mungkin, namun tiba-tiba kita disalahkan yang menyebabkan semua yang kita inginkan dan impikan hilang begitu saja karena kesalahan yang di bebankan kepada kita. Sahabat pembaca untuk mengatasi semua ini sebenarnya kembali kepada diri kita sendiri, kepada apa yang kita kerjakan dan usahakan. Sering kali tampak kita sadari orang lain atau atasan kita tidak senang dengan cara kita, padahal cara kita sudah sesuai prosedur aturan kerja atau usaha anda.

Disini kita harus cepat menyesuaikan diri karena kesalahan itu bisa saja karena orang lain namun kita yang dikorbankan, penyesuain yang saya maksudkan disini adalah selain kita mengikuti aturan yang ada, terkadang aturan itu membuat suatu kondisi mendesak kita selalu melanggarnya, sebaiknya ketika dalam keadaan seperti ini cepatlah konsultasi kepada atasan anda atau bertanya kepada rekan bisnis anda, apa yang harus dilakukan. Jangan ambil tindakan sendiri, ingatlah dalam suatu pekerjaan dan usaha selalu ada orang lain selain kita, baik itu bawahan kita atau atasan kita.

Banyak usaha yang kita lakukan gagal misalnya cobalah sebelum anda memulainya pelajari terlebih dahulu, terlebih lagi anda pernah gagal dalam usaha tersebut, pasti ada penyebabnya, penyebab itu lah yang akan menunjukkan kita. Anda jangan berhenti berusaha, HANYA ORANG YANG BERHENTI BERUSAHA SAJA YANG BISA DIKATAKAN GAGAL, TAPI JIKA ANDA TERUS BERUSAHA DENGAN SEGALA KEMUNGKINAN YANG ADA, ANDA BELUM GAGAL.

Petunjuk untuk mengetahui kesalahan kita adalah saingan kita, teman dekat kita dan usaha itu sendiri, cepatalah cari petunjuk dari semua penyebab kesalahan anda yang membuat anda gagal, dan langsung perbaiki, jangan anda tunda, MENUNDA SESUATU PERBAIKAN SAMA SAJA MEMBUAT ANDA TERUS BERMIMPI MENDAPATKAN APA YANG ANDA INGINKAN.

Faktor berikutnya adalah orang lain, sebenarnya sangat mudah untuk mengatasi faktor gagal karena orang lain, misalnya karena atasan anda yang tidak suka kepada anda, atau rekan bisnis anda yang tidak inginkan kehadiran anda dibisnis yang sedang anda lakukan. Langkah yang paling mudah, DITINGGALKAN MEREKA, JANGAN MEMAKSAKAN USAHA YANG JELAS-JELAS ANDA LIHAT TIDAK ADA KEMUNGKINAN BERHASIL, REJEKI ITU DATANG BUKAN KARENA SATU ORANG, TAPI KARENA ANDA MEMILIKI BANYAK ORANG DISEKITAR ANDA. Jadi cepatlah cari kesimpulannya TINGGALKAN ATAU LANJUTKAN, cukup itu cara yang saya berikan untuk menghadapi penyebab gagal anda karena orang lain, di dunia ini tidak hanya dia dan dia yang hidup dan berada di lingkungan anda tapi ada saya, mereka dan masih banyak orang lain yang tertarik dengan pekerjaan dan bisnis anda.

Faktor ke 3 adalah faktor keberuntungan, dari semua usaha yang kita lakukan, jika kita berhasil ada saja orang yang berkata DIA LAGI BERUNTUNG, sahabat pembaca jika kita tidak berhasil mereka akan berkata lagi  DIA SEDANG SIAL, lalu dimana 2 faktor sebelumnya, faktor diri sendiri dan orang lain….,cukup anda berpikir, jika anda sedang berusaha jauh-jauhkanlah faktor ini, faktor yang selalu mengatakan kalau berhasil beruntung, kalau gagal kita lagi sial, itu hanya permainan pikiran kita untuk menenangkan kita ketika kita tidak berhasil, padahal semau ketidak berhasilan itu ada penyebabnya.

Saya contohkan kepada usaha yang menjual es krim, ketika lagi hujan anda akan berkata sial mengapa hujan, akhirnya es krim anda tidak laku, kalau saya sarankan jangan salahkan si HUJAN, tapi salahkan diri anda, anda yang tidak mempunyai cukup ilmu pengetahuan dengan memperkirakan cuaca, yang sebenarnya bisa anda dapatkan di Badan Meteorogi atau berita bahwa bulan ini akan terjadi musim hujan, cepatlah cari  usaha lain, tapi bukan berarti menstop usaha es krim anda, hanya memproduksi tidak sebanyak waktu musim panas.


INGATLAH SELALU “HANYA KETIKA ANDA BERHENTI BERUSAHA KATA GAGAL ITU AKAN HADIR DALAM KEHIDUPAN ANDA, TAPI JIKA ANDA TERUS BERUSAHA DENGAN SEGALA KEMUNGKINAN YANG ANDA KEBERHASILAN ADA DI DEPAN ANDA
2.Pelajari Kegagalan
Pengalaman adalah guru yang terbaik, saya setuju itu, tapi bukan berarti kita mengalami gagal dulu baru kita berhasil yang ini paling saya tidak setuju, pengalaman itu bisa didapatkan dari orang yang sudah mengalami kegagalan tersebut, jangan diulangi langkah mereka atau mengulangi dengan persiapan yang cukup untuk kemungkinan berhasil.

Sudah jelas hari ini hujan kita keluar rumah ke mini market tampa ada persiapan untuk supaya tidak hujan, kita jalan saja ke mini market tersebut tentu kita kebasahan. Dari jaman sebelum kita mengenal payung sampai ada jas hujan sekarang ini bukan berarti pengalaman orang yang dulu kehujanan harus kita lakukan lagi, tapi kita coba cari cara gimana supaya tidak kebasahan, kehujan boleh tapi tidak basah tubuh kita.

Terkadang jika kegagalan itu membuat kita trauma sulit kita mempelajarinya, karena kenangan yang pahit misalnya ketika melakukannya waktu itu. Ada baiknya alihkan usaha anda atau pekerjaan anda ke pekerjaan lain tentunya di sesuaikan dengan kemampuan anda, jangan pernah paksakan suatu usaha jika itu diluar kemampuan anda, anda akan mengalami kegagalan berikutnya, tapi jika anda sudah siap, apapun tantangan itu, maju terus sampai ada kata berhenti BERHASIL ATAU GAGAL.

.3.Persiapkan Pendukung
Pendukung yang saya ingin sampaikan adalah semua potensi kemampuan yang anda miliki, sekecil apapun itu persiapkan semuanya. Terkadang waktu kita berusaha ketika kemampuan kita sudah siap, alat pendukung sudah punya, tapi anda terhenti karena permasalah pribadi anda sendiri.

Jadi sebaiknya cepat selesaikan permasalahan tersebut, tapi jika anda tidak bisa TINGGAL SAJA PERMASALAHAN TERSEBUT, lalu konsentrasi dengan impian dan target yang anda ingin raih. Setelah selesai anda mendapatkan apa yang anda inginkan, akan lebih mudah anda menyelesaikan permasalahan pribadi anda. Begitupun ketika menghadapi masalah yang menggangu konsentrasi anda, TINGGALAKAN SEMENTARA WAKTU, sampai anda mendapatkan kata BERHASIL ATAU GAGAL, selanjut fokus dengan permasalahan anda tersebut.

Persiapaan yang terutama adalalah persiapan diri anda sendiri, anda tidak ada gangguan dengan masalah pribadi atau dengan orang lain, jika ada dan belum bisa anda selesaikan, tinggalkan saja dulu. Persiapan selanjutnya adalah alat pendukung untuk anda mendapatkan apa yang anda inginkan, semuanya anda gunakan untuk mencapai keinginan anda tersebut.



4.Konsentrasi Kepada Target
Ketika anda sudah siap dan tak ada gangguan dari orang lain dan permasalahan anda sendiri, dan alat pendukung sudah siap. Perkuatlah kemauan anda untuk mencapai target yang anda inginkan dengan konsentrasi penuh terhadap target.

Untuk mencapai target, kita perlu proses dan biasanya ketika dalam proses tersebut semangat kita jatuh mungkin karena kita memperkirakan tidak akan berhasil atau karena pengaruh gosip pihak ketiga yang menginginkan kita tidak berhasil. Sahabat ingatlah ketika dalam proses usaha anda CUKUP PIKIRKAN DAN LAKSANAKAN PROSES SESUAI DENGAN RENCANA  AWAL YANG ANDA SUDAH PERSIAPKAN, andaipun meleset , jangan sampai terlalu jauh, namanya rencana tidak selamanya sesuai dengan proses yang kita lakukan. Jadi ketika proses itu terhadap tidak sesuai dengan rencana kita, cepatlah kembalikan kepada arah tujuan target kita.

Tidak pernah ada masalah ketika dalam pencapain target yang kita inginkan kita punya cara berbeda,  karena situasi dan kondisi yang memaksakan kita melakukannya, tapi pada intinya jangan keluar jalur terhadap target anda. 

Saya contohkan ketika kita ingin membeli sabun mandi ke mini market, saat itu hujan, dan kita tidak punya alat apapun untuk membuat tubuh kita tidak basah, nah…disinilah cara dan pola pikir anda yang diperlukan, ANDA MEMENTINGKAN TARGET ATAU PROSES, UTAMAKANLAH TARGET. Jadi jangan permasalahkan kebasahan ketika anda kehujanan menuju mini market itu yang penting sabun mandi anda kebeli, dan disana anda juga bisa beli obat masuk angin dan lain-lainnya untuk mengantisipasi efek negatif dari kebasahan karena hujan tersebut.
Karen belum tentu anda masuk angin, atau sakit setelah kehujan tersebut, tapi yang pasti and kebasahan karena hujan tersebut dan anda sudah persiapakan jika terjadi efek negatifnya.
UTAMAKAN TARGET  DAN JANGAN UTAMAKAN  PROSES, PROSES KITA ANTISPASI DENGAN PROSES BERIKUTNYA.

5. Selesaikan Satu per Satu
Setelah anda bisa konsentrasi dan punya persiapan yang baik, langkah selanjutnya adalah anda selesaikan satu persatu rencana anda untuk mencapati target anda tersebut.
Saya dapat contohkan ketika kita membangun rumah, anda tidak bisa membangun atap rumah tampa ada pondasi dan tiang rumah tersebut, jadi apapun permasalahannya carikan solusinya bagaimana caranya pondasi dan tiang bisa terpasang.
Permasalahannya mungkin banyak, ketika anda mencoba membangun pondasi dan tiang tersebut, tapi permasalahan tersebut bisa anda uraikan terlebih dahulu, dan selesaikan lah SATU PER SATU, sesuai langkah untuk membangun pondasi dan tiang tersebut.
Sahabat, jangan pernah melompat ke proses berikutnya ketika anda belum menyelesaikan proses pertama karena resiko tidak berhasilnya akan lebih banyak anda temui, saya dapat contohkan ketika  ingin naik tangga ke lantai 2, anda tidak akan bisa naik ke lantai dua tersebut sebelum anda, melangkahi dan naik ke traft tangga pertama, pelan namun pasti sampai ke 21 anak tangga tampa anda sadari anda telah lewati, akhirnya anda di lantai 2.
Oke..sahabat pembaca , bukan untuk memintari anda saya menulis atau merasa saya lebih bisa, tapi saya menulis sekedar dari kutipan berbagi pengalaman saya dan teman-teman lain….TETAP SEMANGAT …WALAU RINTANGAN DAN TANTANGAN PERTAMA ANDA BELUM SELESAI ANDA LEWATI, TERUSKAN USAHA ANDA, HANYA ORANG YANG BERHENTI BERUSAHA MENGALAMI KEGAGALAN, TAPI YANG TERUS BERUSAHA, KEBERHASILAN ITU MENDEKATINYA.

Saran terbaiknya keberuntungan itu KITA YANG MENCIPTAKAN, TERCIPTA KARENA KEMAMPUAN DIRI KITA DAN ORANG LAIN DI SEKITAR KITA. Semangat bekerja ….JANGAN PERNAH BERHENTI BERUSAHA KALAU KAMU TIDAK INGIN DIKATAKAN GAGAL.


Kegagalan itu penting jika kita memiliki persepsi dan sikap yang tepat mengenai kegagalan. Banyak orang berpikir bahwa orang-orang sukses adalah mereka yang selalu berhasil dalam setiap usahanya dan orang yang mengalami kegagalan tidak mungkin meraih keberhasilan. Seseorang dikatakan gagal jika ia memutuskan menyerah sebelum berusaha.