Senin, 13 Juli 2015

PEMIMPIN SEBAGAI AMANAH DI HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H

Menjelang Lebaran Hari Raya dan Pemilihan Kepala Daerah masyarakat dihadapkan pada suatu kondisi yang serba sulit. Infrastruktur dan regulasi yang masih semerawut, degradasi moralitas, sistem politik yang tidak stabil, dan sebagainya adalah kondisi-kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, wajar apabila kemudian masyarakat menuntut perlunya perbaikan dan perubahan yang lebih mendasar dan berkepentingan bagi semua orang. Dan itu perlu dimulai dari modal kepemimpinan yang memenuhi harapan masyarakat.kepemimpinan yang bisa menjadi acuan ihwal bagaimana bangsa ini harus melangkah ke depan. Hasil akhirnya, rakyat pun seperti anak ayam kehilangan induk.Banyak orang pinter tapi kehilangan akal Pemimpin yang baik adalah yang mengayomi bawahannya, bersikap bijaksana dan tegas, Memberi contoh yang baik, disiplin dan tanggung jawab. Jika pemimpin sudah bisa menjadi panutan,Sifat rendah hati dan merakyat menginspirasi untuk tidak membawa posisi pemimpin lupa apa akan janjinya kebijaksanaan, kecerdasan serta kemampuan dalam mengambil keputusan pemimpin adalah NAKHODA yang memiliki tujuan kemana kapal tersebut akan berlabuh.pemimpin ini selalu berpikir untuk memberikan inovasi ke depan, agar timnya berhasil menjadi pionir bukan Pemimpin menjadi follower.(pengikut ) pemimpin untuk meningkatkan kepercayaan publik. pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah (STAF)

1. Siddiq (jujur) sehingga ia dapat 

 dipercaya;

2. Tabligh (penyampai) atau 

kemampuan berkomunikasi dan 

 bernegosiasi;

3. Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;

4. Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.


Sabtu, 20 Juni 2015

SEORANG PEMIMPIN DAPAT MENCIPTAKAN SEORANG PEMIMPIN

ketahuilah! pada dasarnya semua manusia itu diciptakan untuk menjadi pemimpin maka jangan sampai kita merasa takut untuk menjadi pemimpin memotivasi serta kemampuan kita untuk dapat menjadi pemimpin yang baik dan mempunyai Integritas diri

1. Integritas kepada orang lain
Integritas atau memberikan kesetiaan atau kepedulian kepada orang lain atau bawahan, berarti mempertahankan nilai-nilai dan moral yang dipercayai kepada orang lain. Integritas akan menunjukkan kepada orang lain, komitmen terhadap satu hal dan bukan sebagai orang yang tulalit tidak percaya diri

2. Memelihara orang lain
Jika kita melihat ke sekeliling kita, maka akan kita saksikan bahwa ada orang di dalam hidup kita yang ingin diberi makan, dengan dorongan aman dan harapan, yang merupakan kebutuhan setiap manusia. Inti dari proses pemeliharaan adalah perhatian tulus kepada orang lain. Berikan perhatian dan rasa aman kepada orang yang dipimpin, namun tetap dengan cara yang mendidik.

3. Percaya terhadap kemampuan orang lain
Setiap orang akan senang jika mereka merasa dipercaya dan banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut. Berilah kepercayaan kepada orang yang kita pimpin sesuai dengan kemampuan dan wilayah kerjanya, namun sampaikan terlebih dahulu dengan jelas apa yang harus dia lakukan.

4. Mendengar apa yang disampaikan orang lain
Dengarkan dan perhatikan apa yang di sampaikan orang lain disekitar kita, ketika hal tersebut dilakukan sesungguhnya kita membangun hubungan terhadap orang lain dan mereka akan merasa dihargai. Karena pada dasarnya setiap orang pasti ingin dirinya dihargai, maka berikanlah hal itu. Orang yang tidak pernah menghargai orang lain, jangan pernah berharap dia akan dihargai apalagi dicintai.

5. Kemampuan memahami orang lain
Setiap orang sebenarnya ingin didengar, dihormati dan dipahami, ketika orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka akan merasa dimotivasi dan dipengaruhi secara positif. Sesungguhnya cara paling halus dan jitu untuk mempengaruhi dan mengambil hati orang lain adalah dengan memahami dan mendengarkan apa yang dia sampaikan. Berikan sepenuhnya apa yang sudah menjadi hak mereka tanpa harus melalaikan pendidikan untuk mereka sadar akan kewajiban mereka juga.

6. Mengembangkan bakat orang lain
Berarti kita membantu mereka menangkap peluang untuk membantu mewujudkan potensi mereka. Berikan kesempatan kepada orang yang kita pimpin agar mereka bisa terus maju dan meraih jenjang yang lebih tinggi. Tak akan pernah kita rugi bila kelak orang yang kita pimpin menjadi individu yang mandiri dan lebih sukses. Bahkan mereka mungkin akan menjadi akses atau relasi yang menguntungkan bagi kita di masa depan.

7. Menjadi arah (navigator) bagi orang lain
Berarti mengidentifikasi tempat tujuan. Ketika seseorang memiliki potensi pribadinya maka ia memerlukan arah untuk mengembangkan potensi tersebut. Dengan mengarahkan orang lain kepada kesuksesan, tanpa kita sadari kita pun telah melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses. Ilmu kita meningkat, pengalaman kita bertambah, kemampuan kita semakin diasah, relasi atau jaringan kita bertambah dan kebaikan kita pun berlipat ganda. Sungguh sebuah multiple effect yang luar biasa.

8. Berhubungan dengan orang lain
Dianalogikan pada rangkaian gerbong kereta api dan apa yang terjadi. Gerbong itu berada di atas rel, dimuati barang-barang, mempunyai tujuan dan rute. Tapi gerbong ini tidak memiliki arah jika tidak dihubungkan dengan lokomotif. Sama halnya ketika kita membawa orang pergi, kemana mereka harus pergi, dimana keberadaannya, ini hanya akan diketahui jika kita memiliki hubungan dengan banyak pihak, (maksudnya seorang pemimpin harus mempunyai arah dan tujuan yang jelas). Relationship dan multiple link adalah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin jika ia ingin timnya dan dirinya sukses. Semakin banyak relasi dan semakin luas jaringan yang kita miliki maka semakin besar peluang yang kita raih.

9. Memperlengkapi orang lain
Artinya ketika kita mempercayakan orang lain dengan sebuah keputusan penting maka kita harus dengan senang mendukungnya. Ketika kita memberi wewenang kepada orang lain maka kita telah meningkatkan kemampuan orang lain tanpa menurunkan kemampuan kita. Maksudnya jika seorang pemimpin telah mampu mendelegasikan tugas dengan baik kepada bawahannya, berarti ia telah membuat langkah cerdas dalam kerjanya, tugas yang tercapai lebih banyak dan lebih cepat. Bawahannya semakin pintar dan pada akhirnya tujuan bersama pun tercapai dengan hasil terbaik. Namun syarat sebelum pendelegasian adalah berikan penjelasan dan ilmu sampai orang yang kita delegasikan tersebut paham benar tentang apa yang harus ia lakukan.

10. Memproduksi orang berpengaruh
Artinya bagaimana ketika kita telah mengubah orang lain agar ia menjadi pengikut seperti diri kita. Pada akhirnya kita akan mampu menciptakan orang-orang berpengaruh yang kelak akan menciptakan orang-orang seperti kita juga. Dan terus seperti itu. Sehingga dalam lingkungan/koridor kepemimpinan kita semua personil, elemen dan pihak memiliki kemampuan seperti kita dan melakukan seperti apa yang kita inginkan tanpa harus selalu diperintah.

Menjadi Seorang Pemimpin "

*) Untuk menjadi seorang "Pemimpin" tak perlu kharisma ataupun ketrampilan berkomunikasi.
*) Seorang pemimpin yang baik bisa jadi Pendiam, Kasar, Ramah, Pemalu, Mengagumkan, Cerewet, suka menggertak, ataupun sifat manusia yang anda tahu dan punyai sekarang.
*) Seorang pemimpin mempunyai pengikut bahkan untuk seorang Pemimpin yang buruk sekalipun, karena tujuan kepemimpinan adalah untuk mendapatkan dan mencapai hasil.
*) Pemimpin yang buruk adalah yang memaksa orang - orang berupaya untuk mengontrol dan berpura - pura memiliki semua jawaban dengan tanpa sepengetahuan orang yang dimaksud dengan mengadopsi cara - cara orang tersebut dan diakui sebagai hasil pemikirannya (=pencurian ide - ide kreatif ataupun intelektualitas) dan untuk mendapatkan sesuatu selain hasil jangka panjang.
*) Pemimpin yang baik selalu mendapatkan hasil jangka panjang dengan memotivasi dan membebaskan pengikutnya untuk berfokus pada hasil dan tujuan yang ingin dicapai.
*) Ada dua karakteteristik untuk memotivasi orang ataupun pengikut yang dimiliki seorang Pemimpin yang baik :


  - Seorang Pemimpin harus berpegang pada suatu ide dan sebuah nilai yang dihormati orang lain.
  - Seorang Pemimpin memiliki kemampuan untuk mendefinisikan realitas untuk orang - orang yang bekerja untuknya ataupun pengikutnya.
*) Seorang Pemimpin tidak memiliki sifat - sifat umum, namun mereka memiliki kesamaan karakteristik yang secara total mendefinisikan pekerjaan mereka (Pemimpin), adapun karakteristik seorang Pemimpin adalah :
     - Mempunyai kemauan untuk memimpin bukan mengelola.
    - Memelihara moral yang tinggi.
   - Terfokus dan mampu memfokuskan orang yang mereka pimpin.
   - Memandang masa depan dengan harapan dan optimisme.
   - Mengambil resiko secara hati - hati.
  - Jujur pada diri sendiri.
  - Terus berjalan walau banyak rintangan dan hambatan.
  - Mengambil perspektif jangka panjang.
 - Tetap tenang saat diserang kritikan.
 - Memastikan orang dan pngikutnya memiliki sumber daya untuk melakukan pekerjaan mereka (pengikutnya).
 - Memulai perubahan daripada bereaksi terhadap perubahan.
 - Mengambil alih tanggung jawab.
 - Penuh ingin tahu dan fleksibel.
 - Melihat kesempatan dalam tantangan.
 - Meluangkan waktu untuk mengajarkan pada orang atau pengikutnya tentang sudut pandang mereka.
 - Membuat keputusan instingtif berdasar pengalaman, pengetahuan dan wawasan.
 - Dapat mengubah dunia kearah yang lebih baik.
  - Menguji asumsi secara konstan.
 - Mempunyai sikap mengambil alih kesalahan.
  - Tidak mentertawakan dan menyalahkan orang atau pengikutnya atas ide - ide dan usaha mereka atas kontribusinya dalam tujuannya mencapai hasil.
  - Mengambil alih tanggung jawab.
  - Menetapkan standar dan tujuan.
 - Menginginkan masa depan organisasi yang dipimpinnya menjadi lebih baik.
 - Tidak mengontrol secara berlebihan.
 - Percaya pada dirinya sendiri dan orang - orangnya.
- Mentoleransi kekeliruan.
 - Mengorientasi diri mereka sendiri (=Pemimpin) terhadap konsumen.
 - Bekerja untuk menanam nilai - nilai kebenaran kepada orang - orang dan pengikut mereka.
Tidak semua karakteristik tersebut dimilik seorang Pemimpin namun Pemimpin yang baik sering menunjukkan kebanyakan diantaranya dan tidak semua Manager atau Atasan adalah Pemimpin, dan tidak semua karyawan adalah pemimpin, karena bisa jadi dalam setiap karyawan yang bekerja adalah Pemimpin dan setiap Pemimpin adalah Pekerja
Pemimpin Komando yang baik haruslah mempunyai beberapa karakter dasar yang menghiasi dirinya. Karakter-karakter tersebut antara lain:
         Beriman
        Ikhlas
        Yakin dan tawakkal
        Berilmu pengetahuan dan mau belajar
        Berpendidikan atau berjiwa pendidik
        Murah hati atau santun
       Berkelakuan baik
       Memiliki kasih sayang dan keramahan
       Berkeadilan
       Bersabar dan mampu menahan penderitaan
      Mempunyai kemampuan keterampilan induvidual
      Rasa jiwa korsa penuh semangat kebersamaan

JIWA KORSA PEMIMPIN

Minggu, 05 April 2015

KUNCI KEBERHASILAN SEORANG PEMIMPIN


Seorang Pemimpin mempunyai Kunci Keberhasilan. Maukah Pemimpin berhasil? Keberhasilan adalah kerinduan setiap orang.pemimpin Meski berbagai-bagai usaha dilakukan tidak semua orang berhasil. Firman Tuhan memberikan kunci keberhasilan. Uzia adalah raja Yehuda yang dapat memerintah selama lima puluh tahun. Keberhasilannya dan lamanya memerintah bangsa Yehuda dikarenakan ia selalu mencari TUHAN.  Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.
Mungkin segala usaha sudah saudara tempuh namun belum berhasil. Baik di dalam membangun ekonomi, dalam pendidikan, dalam keluarga, dan berbagai-bagai hal. Inilah rahasianya carilah TUHAN dalam segala usaha saudara, maka ALLAH akan membuat segala usaha saudara berhasil

1.Pelajari Kesalahan

Pekerjaan, usaha atau bisnis apapun yang pernah kita lakukan lalu gagal, pasti punya kesalahan, baik faktor diri kita, orang lain atau sering dibilang banyak orang yaitu “faktor keberuntungan”. Disini saya mencoba menguraikan faktor-faktor tersebut.

Faktor diri kita, sering kali tanpa kita sadari kita telah bekerja sebaik mungkin, berusaha sebaik mungkin dan berbisnis sebaik mungkin, namun tiba-tiba kita disalahkan yang menyebabkan semua yang kita inginkan dan impikan hilang begitu saja karena kesalahan yang di bebankan kepada kita. Sahabat pembaca untuk mengatasi semua ini sebenarnya kembali kepada diri kita sendiri, kepada apa yang kita kerjakan dan usahakan. Sering kali tampak kita sadari orang lain atau atasan kita tidak senang dengan cara kita, padahal cara kita sudah sesuai prosedur aturan kerja atau usaha anda.

Disini kita harus cepat menyesuaikan diri karena kesalahan itu bisa saja karena orang lain namun kita yang dikorbankan, penyesuain yang saya maksudkan disini adalah selain kita mengikuti aturan yang ada, terkadang aturan itu membuat suatu kondisi mendesak kita selalu melanggarnya, sebaiknya ketika dalam keadaan seperti ini cepatlah konsultasi kepada atasan anda atau bertanya kepada rekan bisnis anda, apa yang harus dilakukan. Jangan ambil tindakan sendiri, ingatlah dalam suatu pekerjaan dan usaha selalu ada orang lain selain kita, baik itu bawahan kita atau atasan kita.

Banyak usaha yang kita lakukan gagal misalnya cobalah sebelum anda memulainya pelajari terlebih dahulu, terlebih lagi anda pernah gagal dalam usaha tersebut, pasti ada penyebabnya, penyebab itu lah yang akan menunjukkan kita. Anda jangan berhenti berusaha, HANYA ORANG YANG BERHENTI BERUSAHA SAJA YANG BISA DIKATAKAN GAGAL, TAPI JIKA ANDA TERUS BERUSAHA DENGAN SEGALA KEMUNGKINAN YANG ADA, ANDA BELUM GAGAL.

Petunjuk untuk mengetahui kesalahan kita adalah saingan kita, teman dekat kita dan usaha itu sendiri, cepatalah cari petunjuk dari semua penyebab kesalahan anda yang membuat anda gagal, dan langsung perbaiki, jangan anda tunda, MENUNDA SESUATU PERBAIKAN SAMA SAJA MEMBUAT ANDA TERUS BERMIMPI MENDAPATKAN APA YANG ANDA INGINKAN.

Faktor berikutnya adalah orang lain, sebenarnya sangat mudah untuk mengatasi faktor gagal karena orang lain, misalnya karena atasan anda yang tidak suka kepada anda, atau rekan bisnis anda yang tidak inginkan kehadiran anda dibisnis yang sedang anda lakukan. Langkah yang paling mudah, DITINGGALKAN MEREKA, JANGAN MEMAKSAKAN USAHA YANG JELAS-JELAS ANDA LIHAT TIDAK ADA KEMUNGKINAN BERHASIL, REJEKI ITU DATANG BUKAN KARENA SATU ORANG, TAPI KARENA ANDA MEMILIKI BANYAK ORANG DISEKITAR ANDA. Jadi cepatlah cari kesimpulannya TINGGALKAN ATAU LANJUTKAN, cukup itu cara yang saya berikan untuk menghadapi penyebab gagal anda karena orang lain, di dunia ini tidak hanya dia dan dia yang hidup dan berada di lingkungan anda tapi ada saya, mereka dan masih banyak orang lain yang tertarik dengan pekerjaan dan bisnis anda.

Faktor ke 3 adalah faktor keberuntungan, dari semua usaha yang kita lakukan, jika kita berhasil ada saja orang yang berkata DIA LAGI BERUNTUNG, sahabat pembaca jika kita tidak berhasil mereka akan berkata lagi  DIA SEDANG SIAL, lalu dimana 2 faktor sebelumnya, faktor diri sendiri dan orang lain….,cukup anda berpikir, jika anda sedang berusaha jauh-jauhkanlah faktor ini, faktor yang selalu mengatakan kalau berhasil beruntung, kalau gagal kita lagi sial, itu hanya permainan pikiran kita untuk menenangkan kita ketika kita tidak berhasil, padahal semau ketidak berhasilan itu ada penyebabnya.

Saya contohkan kepada usaha yang menjual es krim, ketika lagi hujan anda akan berkata sial mengapa hujan, akhirnya es krim anda tidak laku, kalau saya sarankan jangan salahkan si HUJAN, tapi salahkan diri anda, anda yang tidak mempunyai cukup ilmu pengetahuan dengan memperkirakan cuaca, yang sebenarnya bisa anda dapatkan di Badan Meteorogi atau berita bahwa bulan ini akan terjadi musim hujan, cepatlah cari  usaha lain, tapi bukan berarti menstop usaha es krim anda, hanya memproduksi tidak sebanyak waktu musim panas.


INGATLAH SELALU “HANYA KETIKA ANDA BERHENTI BERUSAHA KATA GAGAL ITU AKAN HADIR DALAM KEHIDUPAN ANDA, TAPI JIKA ANDA TERUS BERUSAHA DENGAN SEGALA KEMUNGKINAN YANG ANDA KEBERHASILAN ADA DI DEPAN ANDA
2.Pelajari Kegagalan
Pengalaman adalah guru yang terbaik, saya setuju itu, tapi bukan berarti kita mengalami gagal dulu baru kita berhasil yang ini paling saya tidak setuju, pengalaman itu bisa didapatkan dari orang yang sudah mengalami kegagalan tersebut, jangan diulangi langkah mereka atau mengulangi dengan persiapan yang cukup untuk kemungkinan berhasil.

Sudah jelas hari ini hujan kita keluar rumah ke mini market tampa ada persiapan untuk supaya tidak hujan, kita jalan saja ke mini market tersebut tentu kita kebasahan. Dari jaman sebelum kita mengenal payung sampai ada jas hujan sekarang ini bukan berarti pengalaman orang yang dulu kehujanan harus kita lakukan lagi, tapi kita coba cari cara gimana supaya tidak kebasahan, kehujan boleh tapi tidak basah tubuh kita.

Terkadang jika kegagalan itu membuat kita trauma sulit kita mempelajarinya, karena kenangan yang pahit misalnya ketika melakukannya waktu itu. Ada baiknya alihkan usaha anda atau pekerjaan anda ke pekerjaan lain tentunya di sesuaikan dengan kemampuan anda, jangan pernah paksakan suatu usaha jika itu diluar kemampuan anda, anda akan mengalami kegagalan berikutnya, tapi jika anda sudah siap, apapun tantangan itu, maju terus sampai ada kata berhenti BERHASIL ATAU GAGAL.

.3.Persiapkan Pendukung
Pendukung yang saya ingin sampaikan adalah semua potensi kemampuan yang anda miliki, sekecil apapun itu persiapkan semuanya. Terkadang waktu kita berusaha ketika kemampuan kita sudah siap, alat pendukung sudah punya, tapi anda terhenti karena permasalah pribadi anda sendiri.

Jadi sebaiknya cepat selesaikan permasalahan tersebut, tapi jika anda tidak bisa TINGGAL SAJA PERMASALAHAN TERSEBUT, lalu konsentrasi dengan impian dan target yang anda ingin raih. Setelah selesai anda mendapatkan apa yang anda inginkan, akan lebih mudah anda menyelesaikan permasalahan pribadi anda. Begitupun ketika menghadapi masalah yang menggangu konsentrasi anda, TINGGALAKAN SEMENTARA WAKTU, sampai anda mendapatkan kata BERHASIL ATAU GAGAL, selanjut fokus dengan permasalahan anda tersebut.

Persiapaan yang terutama adalalah persiapan diri anda sendiri, anda tidak ada gangguan dengan masalah pribadi atau dengan orang lain, jika ada dan belum bisa anda selesaikan, tinggalkan saja dulu. Persiapan selanjutnya adalah alat pendukung untuk anda mendapatkan apa yang anda inginkan, semuanya anda gunakan untuk mencapai keinginan anda tersebut.



4.Konsentrasi Kepada Target
Ketika anda sudah siap dan tak ada gangguan dari orang lain dan permasalahan anda sendiri, dan alat pendukung sudah siap. Perkuatlah kemauan anda untuk mencapai target yang anda inginkan dengan konsentrasi penuh terhadap target.

Untuk mencapai target, kita perlu proses dan biasanya ketika dalam proses tersebut semangat kita jatuh mungkin karena kita memperkirakan tidak akan berhasil atau karena pengaruh gosip pihak ketiga yang menginginkan kita tidak berhasil. Sahabat ingatlah ketika dalam proses usaha anda CUKUP PIKIRKAN DAN LAKSANAKAN PROSES SESUAI DENGAN RENCANA  AWAL YANG ANDA SUDAH PERSIAPKAN, andaipun meleset , jangan sampai terlalu jauh, namanya rencana tidak selamanya sesuai dengan proses yang kita lakukan. Jadi ketika proses itu terhadap tidak sesuai dengan rencana kita, cepatlah kembalikan kepada arah tujuan target kita.

Tidak pernah ada masalah ketika dalam pencapain target yang kita inginkan kita punya cara berbeda,  karena situasi dan kondisi yang memaksakan kita melakukannya, tapi pada intinya jangan keluar jalur terhadap target anda. 

Saya contohkan ketika kita ingin membeli sabun mandi ke mini market, saat itu hujan, dan kita tidak punya alat apapun untuk membuat tubuh kita tidak basah, nah…disinilah cara dan pola pikir anda yang diperlukan, ANDA MEMENTINGKAN TARGET ATAU PROSES, UTAMAKANLAH TARGET. Jadi jangan permasalahkan kebasahan ketika anda kehujanan menuju mini market itu yang penting sabun mandi anda kebeli, dan disana anda juga bisa beli obat masuk angin dan lain-lainnya untuk mengantisipasi efek negatif dari kebasahan karena hujan tersebut.
Karen belum tentu anda masuk angin, atau sakit setelah kehujan tersebut, tapi yang pasti and kebasahan karena hujan tersebut dan anda sudah persiapakan jika terjadi efek negatifnya.
UTAMAKAN TARGET  DAN JANGAN UTAMAKAN  PROSES, PROSES KITA ANTISPASI DENGAN PROSES BERIKUTNYA.

5. Selesaikan Satu per Satu
Setelah anda bisa konsentrasi dan punya persiapan yang baik, langkah selanjutnya adalah anda selesaikan satu persatu rencana anda untuk mencapati target anda tersebut.
Saya dapat contohkan ketika kita membangun rumah, anda tidak bisa membangun atap rumah tampa ada pondasi dan tiang rumah tersebut, jadi apapun permasalahannya carikan solusinya bagaimana caranya pondasi dan tiang bisa terpasang.
Permasalahannya mungkin banyak, ketika anda mencoba membangun pondasi dan tiang tersebut, tapi permasalahan tersebut bisa anda uraikan terlebih dahulu, dan selesaikan lah SATU PER SATU, sesuai langkah untuk membangun pondasi dan tiang tersebut.
Sahabat, jangan pernah melompat ke proses berikutnya ketika anda belum menyelesaikan proses pertama karena resiko tidak berhasilnya akan lebih banyak anda temui, saya dapat contohkan ketika  ingin naik tangga ke lantai 2, anda tidak akan bisa naik ke lantai dua tersebut sebelum anda, melangkahi dan naik ke traft tangga pertama, pelan namun pasti sampai ke 21 anak tangga tampa anda sadari anda telah lewati, akhirnya anda di lantai 2.
Oke..sahabat pembaca , bukan untuk memintari anda saya menulis atau merasa saya lebih bisa, tapi saya menulis sekedar dari kutipan berbagi pengalaman saya dan teman-teman lain….TETAP SEMANGAT …WALAU RINTANGAN DAN TANTANGAN PERTAMA ANDA BELUM SELESAI ANDA LEWATI, TERUSKAN USAHA ANDA, HANYA ORANG YANG BERHENTI BERUSAHA MENGALAMI KEGAGALAN, TAPI YANG TERUS BERUSAHA, KEBERHASILAN ITU MENDEKATINYA.

Saran terbaiknya keberuntungan itu KITA YANG MENCIPTAKAN, TERCIPTA KARENA KEMAMPUAN DIRI KITA DAN ORANG LAIN DI SEKITAR KITA. Semangat bekerja ….JANGAN PERNAH BERHENTI BERUSAHA KALAU KAMU TIDAK INGIN DIKATAKAN GAGAL.


Kegagalan itu penting jika kita memiliki persepsi dan sikap yang tepat mengenai kegagalan. Banyak orang berpikir bahwa orang-orang sukses adalah mereka yang selalu berhasil dalam setiap usahanya dan orang yang mengalami kegagalan tidak mungkin meraih keberhasilan. Seseorang dikatakan gagal jika ia memutuskan menyerah sebelum berusaha.

Selasa, 16 September 2014

PEMIMPIN MENCALONKAN DIRI YANG AMBISI


Mencalonkan diri dan ambisi
Calon pemimpin yang mencalonkan diri sebagian besar adalah karena faktor ambisi (dalam arti negatif). Sebab di belakang ambisi pribadi, tentu ada otivasi-motivasi pribadi. Karena fokusnya adalah pribadi, maka format berpikirnya adalah mengutamakan kepentingan pribadi. Hal ini akan mempengaruhi perilaku dan kebijakan-kebijakannya. Calon pemimpin yang demikian seringkali kurang memperhatikan kepentingan orang lain. Apalagi kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat hanya merupakan kegiatan sampingan dan mungkin merupakan skala prioritas ke-Politik uang Kekecualian memang ada. Tetapi, kebanyakan begitu. pemilihan secara langsung

Bagaimana calon pemimpin sekarang

Kualitas calon pemimpin kita kebanyakan bermodalkan uang banyak, pamer gelar sarjana, pakai peci dan jilbab hanya saat kampanye visi dan misi yang tidak realistis, janji-janji sorgawi, slogan-slogan berupa pepesan kosong dan mencalonkan diri demi ambisi pribadi dan golongannya. Kalaupun dia terpilih, bukan karena kualitasnya, tetapi karena uang dan janji-janji sorganya. Atau karena faktor popularitas, kharisma, figurnya dan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan kualitas. Calon-calon pemimpin sekarang juga banyak yang tidak punya ideologi yang jelas.Jangan memilih calon pemimpin yang mencalonkan diri dan ambisius

Bagaimana seorang pemimpin yang baik itu?
 Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada saya, saya akan jawab:
1. Pemimpin yang baik itu, pemimpin yang menghargai atasan juga menghargai bawahannya.
2. Pemimpin yang baik itu selalu mau mendengarkan aspirasi dari bawah, tidak egois menganggap hanya pemikiran & pendapatnya saja yang benar.
3. Pemimpin yang baik itu tidak menganggap jabatannya sebagai kekuasaan, tapi menganggapnya sebagai amanah. Dengan demikian seorang pemimpin tidak akan menganggap dirinya lebih mulia dari yang lain.
4. Pemimpin yang baik itu harus bisa mengayomi bawahannya, sehingga bawahan merasa nyaman dengan kehadirannya.
5. Pemimpin yang baik itu, bukan pemimpin yang ditakuti tapi disegani & dihormati.
6. Pemimpin yang baik itu harus bisa mengatakan “saya salah” ketika melakukan sebuah kesalahan, dan tidak malu untuk minta maaf kepada bawahannya.
7. Pemimpin yang baik itu haruslah cakap, cerdas, dan menguasai bidang yang dipimpinnya.
8. Pemimpin yang baik itu, bisa menyelesaikan permasalahan dengan bijak ketika bawahannya melakukan sebuah kesalahan.
9. Pemimpin yang baik itu harus tahu cara memotivasi bawahannya agar bisa bekerja memberikan hasil yang lebih maksimal.
10. Pemimpin yang baik itu, tahu kapan harus keras dan kapan harus lembut. Karena dalam banyak hal orang akan lebih mudah menerima cara-cara kelembutan daripada dengan cara kekerasan.



Kepemimpinan dalam sebuah institusi dianggap sukses atau efektif, tergantung dari sisi mana menilainya. Apabila dilihat dari aspek produktifitas, maka kesuksesan bisa dilihat dari apa yang telah dihasilkan. Jika nilai sukses dan efektif dilihat dari sisi kenyamanan dalam institusinya maka aspek humanisme menjadi keniscayaan, dan apabila kesuksesan di ukur dengan berjalannya organisasi sesuai rencana yang telah dibuat , maka kepemimpinan struktural menjadi pilihan yang tepat.

Dengan demikian nampaknya kepemimpinan yang diharapkan efektif ialah apabila dari beberapa aspek di atas menjadi langkah-langkah yang integral baik dari aspek humanisme, aspek struktural, dan produktifitasnya. Namun hal tersebut akan relatif lebih efektif lagi kalau segala tatanan tersebut semua mengarah kepada tatanan relegius, sehingga tujuan akhirnya hanya semata-mata karena Allah SWT


Menjadi pemimpin bisa meneguhkan biografi diri seseorang. Menguatkan dirinya sebagai yang berada, tak sebatas ada. Namun status tersebut selalu menghadirkan tantangan sekaligus harapan. Baik dalam proses pencapaian status tersebut maupun dalam proses kreatifnya. Pemimpin selalu menjadi yang terdepan; menerima efek positif dari lakunya, atau juga sebaliknya, menanggung resikonya.

Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Sebab sikap-sikap kepemimpinan diperoleh bukan dari bakat sejak lahir, ataupun dengan mempelajarinya selama beberapa jam pertemuan. Sikap kepemimpinan merupakan sebuah proses yang terus menerus dalam tahap menjadi. Jadi sikap kepemimpinan dalam diri seseorang bukan sesuatu yang sifatnya pasti, tetap atau juga stagnan. Sikap itu terus membangun diri melalui serangkaian tempaan, sejalan dengan semakin matangnya pola pikir serta kedewasaan sikap.Sikap itu bukan sesuatu yang bisa mencapai tahap finish. Serangkaian proses yang tak pernah usai tersebut menjurus pada satu tujuan, menjadi pemimpin yang sesungguhnya. Lalu, bisakah seseorang menjadi pemimpin yang sesungguhnya?
DARI sudut psikologi-politik banyak pemimpin yag baik bukanlah  pemimpin yang mencalonkan diri tetapi pemimpin yang dicalonkan rakyat tetapi tetap dicalonkan oleh Dprd Namun, 99,99% pemimpin yang muncul di Indonesia adalah pemimpin yang mencalonkan diri hanya karena kedudukan antara lain punya uang banyak. Celakanya adalah, 99,99% rakyat Indonesia, terutama para pemilih dalam pemilu/pemilukada tidak memahami secara psikolog memilhi, terutama psikologi kepribadian. Hasilnya adalah munculnya seorang pemimpin-pemimpin yang korup dipemerintahan

Jumat, 05 September 2014

SOSOK SEORANG PEMIMPIN JUJUR DAN BERWIBAWA


Kali ini kita bahas tentang kepemimpinan, apa yang dimaksud dengan kepemimpinan Kepemimpinan itu adalah yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Saya sudah menyimpulkan tentang hal apa saja yang dapat membuat kita menjadi pemimpin yang baik, antara lain :

Produktivitas individu Pemimpin serta manajamen waktu
Kapan memberdayakan setiap menit waktu produktif Anda menjadi tujuan utama sebagai pemimpin  Jika Anda sulit hidup teratur waktu , bukan orang yang rajin, memiliki kesibukan ruang kerja yang berantakan, serta tidak rapih bukan berarti bahwa Anda terpuruk dan mengenaskan. Itu hanya berarti bahwa Anda seperti banyak orang sukses dan inovatif yang saya kenal selama beberapa tahun. Dan jika Anda masih harus mencari sedikit waktu, cukup lakukan seperti apa yang saya lakukan. Kurangi. Kurangi sama dengan menambah. Prioritaskan hal penting. Anda akan menjadi lebih sukses dan lebih bahagia. Cukup seperti itu.
Kecerdasan emosional Gaya kepemimpinan dan manajemen secara tradisional telah habis. Kini masanya soft skill, siapa yang tidak ingin menjadi seorang CEO yang memiliki empati dan mawas diri? Masalah kecerdasan emosional adalah hal yang sulit diukur. Jika kecerdasan emosional bisa menjadi alat untuk memprediksi kesuksesan bisnis, lalu bagaimana Anda bisa menghitung kecerdasan emosional Steve Jobs, Bill Gates, Larry Ellison, Larry Page, Mark Zuckerberg,serta puluhan wirausahawan dan eksekutif sukses lainnya?
Kepemimpinan berdasarkan kelebihan
Ini sangat sederhana. Kita hidup dalam masa yang berubah dengan cepat, dunia pemimpin yang terus mengalami perubahan. Jika Anda memiliki kelebihan maka Anda mampu mengadaptasinya menjadi keuntungan yang kompetitif, berkonsentrasilah pada hal itu. Gaya kepemimpinan diatas memang tak harus semuanya dimiliki, namun bila Anda bisa benar-benar memiliki ciri kepemimpinan sendiri yang positif, itu sudah terbilang hebat. Ingat, jangan abaikan apapun kelemahan Anda, namun pelajari dan terus belajar dari mereka yang berpengalaman.
Jika anda seorang pemimpin jangan lah menjadi pemimpin yang sombong, dan rakus akan jabatan, jadilah pemimpin baik, jujur dan berwibawa agar dapat menciptakan etos kerja dan lingkungan kerja yang baik untuk negeri ini Indonesia yang kita cintai
Tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang atau sesosok pemimpin yang baik. Menjadi pemimpin saja tidaklah mudah, apalagi menjadi PEMIMPIN YANG BAIK. Mungkin Anda sering membaca entah buku, atau informasi lainnya tentang "cara menjadi pemimpin yang baik". Namun dengan mengandalkan informasi tersebut saja terus terang TIDAKLAH CUKUP!

Pemimpin yang baik tidak hanya tentang memiliki pengetahuan yang luas tapi bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut kepada yang dipimpinnya.

Pemimpin yang baik tidak hanya dapat membuat visi yang kuat...namun bagaimana mewujudkan visi tersebut dengan misi yang juga menguatkan.

Untuk lebih jelasnya berikut kongkritnya kriteria seorang pemimpin yang baik :

1.     JUJUR
Dalam organisasi atau wadah apapun kejujuran seorang pemimpin mutlak harus dimilki. Simpelnya, gimana bisa berkembang bisnisnya kalau pemimpinnya saja "tukang bohong". Mungkin, ini mungkin loh ya...kita sering melihat ada beberapa orang yang sukses di antara kita...tapi didapatkan dari hasil mempermainkan kepercayaan . 


2.     DAPAT MENGINSPIRASI
Seorang pemimpin yang baik dapat memberikan contoh kepada yang dipimpinnya. Tentu saja, Konteks contoh yang saya maksud disini adalah contoh yang baik. Jikalau anda seorang pemimpin punya pengalaman disatuan lapangan


3.     MEMPUNYAI MINDSET YANG POSITIF
Sebuah mindset yang positif disini diperlukan untuk memberikan kekuatan mental dan emosi kepada bawahan, terutama ketika gagal mencapai target. Biasakanlah mengajarkan kepada bawahan bahwa "positive thinking is better than negative thinking"
 

4.     MEMPUNYAI MANAJEMEN PRIORITAS YANG KUAT
Pemimpin yang baik harus tau mana yang di dahulukan untuk di selesaikan, mana yang belakangan. Pemimpin yang baik harus tau dimana saat harus bertindak dengan cepat tanggap dan tegas

Pemimpin yang baik pastilah tidak menggunakan semua “unsur-unsur” Kewengan dan tangan besi dan tidak tergesa-gesa melakukan perintah namun mereka tahu kapan menggunakannya. Lantas siapakah pemimpin yang sebenarnya
Seorang pemimpin harus mempunyai dasar track record lapangan yang mereka pimpin dan mempunyai pengalaman kecintaan pada Negara demi tegaknya Negara Kesatauan Republik  Indonesia
Pemimpin yang sesungguhnya atau lumrah disebut sebagai pemimpin ideal dalam arti paling purba adalah seorang pemimpin yang mampu menjalankan fungsi dan perannya, yang tak lain adalah mengatur. Setidaknya dalam ranah ideologis memang demikian, namun akan memperoleh perluasan jika dibenturkan dalam ranah praktis. Dibenturkan dalam kehidupan nyata di masyarakat. Apa yang diajarkan Ki Hajar Dewantara setidaknya bisa menjawab permasalahan ini. Seorang pemimpin adalah; Ing ngarso sung tuladha (di depan sebagai contoh), ing madya mangun karso (di tengah memberi semangat), tut wuri handayani (di belakang memberikan dorongan). Pengertian ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin jauh dari sikap pemanfaatan kekuasaan untuk memerintah seenaknya.
Menjadi seorang pemimpin ideal memang sulit dan memerlukan proses belajar yang panjang, namun bukan berarti tidak mungkin. Pada dasarnya manusia adalah pemimpin, setidaknya menjadi pemimpin atas dirinya sendiri. Hal ini sejalan dengan idiom bahwa tiap manusia akan menanggung sendiri dari apa yang telah ia lakukan. Jadi di sini manusia dituntut untuk bisa mengontrol dirinya agar tetap pada koridor dan nilai-nilai tertentu.

Tantangan dan Harapan
Namun seorang pemimpin baru akan benar-benar memperoleh tantangan jika dia menjadi pemimpin dalam organisasi atau kelompok tertentu. Sebab di sini dia juga bertanggung jawab bukan hanya pada apa yang dia lakukan, tapi juga apa yang dilakukan oleh anggotanya. Lebih dari itu, juga bertanggung jawab atas tercapai atau tidaknya tujuan tertentu. Sehingga filosofi hidup yang diutarakan Ki Hajar Dewantara di atas sekaligus merupakan tantangan untuk menjadi seorang pemimpin yang ideal.
Di depan sebagai contoh, artinya selain ia menjalankan tugas pokok sebagai pemimpin, ia juga harus mampu bersikap positif, mampu memberikan positif impact, sehingga ia layak untuk menjadi “bahan” percontohan sikap dan prilaku bagi liyan (the other) yang tak lain adalah para anggotanya. Selanjutnya, di tengah memberi semangat, artinya dalam aktifitas untuk mencapai tujuan, seorang pemimpin tidak melulu mengatur, pemimpin harus mampu memberikan sentuhan-sentuhan penyemangat agar para anggota juga tidak merasa diperas, ditekan dalam aktifitasnya. Ketiga, di belakang memberi dorongan, di sinilah seorang pemimpin tidak selalu dalam posisi di depan dalam derap langkah sebuah aktifitas. Seorang pemimpin yang ideal harus mampu dan mau “turun tahta” untuk sementara waktu, untuk membaur bersama anggota dan memberikan dorongan-dorongan di saat mereka dalam keadaan lemah, fisik atau pun mental. Sikap-sikap tersebut mencerminkan sikap luwes (transformatif) pada diri pemimpin. Dia mampu memerankan berbagai adegan dalam kancah aktifitas berorganisasi.
Selain sikap sekaligus tantangan bagi pemimpin ideal di atas, pemimpin juga diharapkan mampu menjalani komunikasi dengan baik. Komunikasi adalah sebuah penengah (medium) antara pemimpin dan anggota. Hemat penulis, terjalinnya komunikasi yang baik, akan tercipta pula iklim harmonis dalam organisasi tersebut. Sehingga sangat wajar jika Marshal Mc. Luchan mengatakan, “medium is power”. Komunikasi adalah kekuatan sekaligus kekuasaan. Atau dengan ekstrim Cicero mengatakan “tak ada yang satu hal pun yang tak dapat diciptakan atau dihancurkan atau dapat diperbaiki dengan kata-kata”, di mana kata adalah moda utama komunikasi. Namun harus diakui untuk mencapai sikap-sikap itu butuh proses panjang. Sehingga muncul pertanyaan yang cenderung politis, mengapa seseorang ingin jadi pemimpin? Pertanyaan ini akan terjawab jika tujuan sekaligus harapan menjadi pemimpin terjawab.
Secara internal, harapan sekaligus tujuan seseorang untuk memimpin, jika meminjam istilah Friedrich Nietzche adalah adanya kehendak untuk berkuasa (the will to power). Bakat alami yang dimiliki oleh manusia adalah keinginannya untuk menguasai. Kehendak untuk berkuasa di sini dapat dirumuskan sebagai kekuatan yang memerintahkan tanpa adanya suatu pasivitas. (St. Sunardi, 2009: 63). Harapan ini mengandaikan orang lain agar mengatakan “Ya” atas ide, perkataan, hingga laku kita. Di sinilah persepsi mengenai pemimpin menemui definisi banalnya, memerintah. Menjadi pemimpin itu mudah karena hanya memerintah.
Selain itu, menunjukkan eksistensi juga menjadi tujuan seseorang menjadi pemimpin. Jika mengacu pada teori Abraham Moslow, maka menjadi pemimpin adalah jalan untuk memenuhi kebutuhan akan eksistensi diri. Meneguhkan biografi diri dalam pergolakan di panggung dunia. Sebab efek yang tak disadari dari seorang pemimpin adalah menjadi populer.
Dua faktor esensial inilah yang menjadikan seseorang ingin dan berani menjadi pemimpin. Namun yang terpenting dari itu semua adalah bagaimana kita memimpin dengan baik

Sabtu, 21 Juni 2014

CARILAH PEMIMPIN BERANI DAN TEGAS

BEDAKAN ANTAR PEMIMPIN DENGAN manager
Beda Antar pemimpin dengan Manager Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai Manager.


Apakah perbedaan antara pemimpin dengan  boss?
Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.
Seorang boss mempekerjakan bawahannya; Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,
Seorang boss mengandalkan kekuasaannya; Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.
Seorang boss menimbulkan ketakutan; Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih dan tegas
Seorang boss mengatakan 'aku'; Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.
Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah; Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.
Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan' Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.
Seorang boss menuntut rasa hormat; Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;
Seorang boss berkata, 'Pergi!'; Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita berangkat'
Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.


 Carilah Seorang pemimpin berani dan tegas UNTUK MEMIMPIN NEGERI INI@INDONESIA RAYA





Rabu, 23 Oktober 2013

INTEGRITAS PEMIMPIN MENUJU KUNCI KESUKSESAN

Tingkat intelektual dan integritas pemimpin bangsa saat ini cenderung menurun dibanding dengan masa-masa sebelumnya. Pemimpin bangsa di zaman kemerdekaan seperti Agus Salim, dikenal memiliki pemikiran dan integritas yang mapan. Untuk keluar dari karut-marut persoalan yang tengah melanda saat ini, Indonesia membutuhkan figur pemimpin yang pemikir, rasional, namun tetap religius.


MENGAPA INTEGRITAS ITU PENTING BAGI SEORANG PEMIMPIN ?
Karena Integritas adalah kualitas yang harus di lakukan oleh seorang pejabat pemerintah. Dunia membutuhkan para pemimpin yang berpengaruh. Untuk mampu ,memiliki pengaruh setiap pemimpin harus memiliki Integritas .
Mengapa Integritas begitu amat penting sebab : Integritas memberikan Kuasa kepada kata-kata kita, memberikan kekuatan bagi rencana-rencana kita dan memberikan daya ( force ) bagi tindakkan kita.
Integritas berasal dari kata latin “ Integrated “ artinya “ komplit “, utuh dan sempurna. Yang berarti tidak ada cacat.
Pemimpin yang Berintegritas : adalah pemimpin yang tanpa kedok. Pemimpin yang berintegritas bertindak sesuai dengan ucapan, sama didepan dan ;dibelakang umum, konsisten antara apa yang diimani dan kelakukannya, antara sikap dan tindakkan, antara nilai hidup yang dianut dengan hidup yang dijalankan. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang matang, tanpa kompromi, menolak pengakuan untuk dirinya sendiri. Di dalam menjalankan hidup serta pelayanannya pemimpin yang matang dan berintegritas berfokus untuk mencapai tujuan yang mulia. Seorang Pemimpin yang memiliki Integritas adalah yang memiliki integritas dalam etika dan moral.
Integritas dalam keberadaan benar dihadapan Tuhan dan benar dengan diri sendiri, Integritas dalam berpikir, integritas dalam berkomunikasi. Kunci mengembangkan Integritas : Perhatikan hal-hal kecil Katakan “ TIDAK “ kepada cobaan dan Jangan bedakan kehidupan didepan umum.
Profesionalitas adalah integritas yang teruji, abdi Negara yang professional adalah abdi Negara yang memiliki integritas yang teruji, tidak suka menggunakan aji mumpung memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, apalagi kesempatan dalam tanda petik yang selalu bermakna negative. Tidak mudah memang. Ada kesempatan untuk korupsi, kita menjadi bimbang. Sisi baik pada hati kita mengatakan jangan tetap sisi buruknya mengatakan tunggu apalagi. Mumpung ada kesempatan, , sebab kalau tidak akan banyak orang lain akan menggunakan kesempatan tersebut. Korupsi itu manis diawal-awalnya tetapi akan menjadi pahit banhkan sangat pahit di ujung-ujungnya. Profesional artinya jika kita bisa menahan diri melakukan penyimpangan seperti itu meskipun kesempatan itu sangat terbuka lebar. Abdi Negara yang professional tidak akan berani menggunakan kesempatan, apalagi mencuri-curi kesempatan. Integritas yang teruji merupakan modal utama bagi kita untuk menjadi pelayanan masyarakat yang benar-benar berjiwa melayani.
Di masa ini, karakter yang demikian bisa dikatakan satu berbanding seribu, inilah biang kerok kenapa pemerintah kita kurang profesional karena betapa susahnya mencari aparat pemerintah yang benar-benar memiliki integritas yang teruji. Yang banyak adalah aparat pemerintah yang suka mencuri-curi kesempatan. Kesempatan sudah ditutup rapat rapat tetapi dasar mentalnya rendah, ada saja celah-celah untuk melakukan penyimpangan. Hal ini bisa terjadi lantaran semua orang suka bermain kongkalikong, atasan dengan bawahan sama- melakukan penyimpangan.

Mengapa Pemimpin Harus Merasa Aman :
Rasa aman sangat penting bagi seorang pemimpin untuk menjalankan kekuasaan dan otoritasnya. Bila seorang pemimpin merasa tidak aman, ia akan membuat orang-orang disekitarnya menderita yang pada akhirnya, ia akan membuat dirinya sendiri serta pekerjaannya turut menderita, dan gagal sebagai seorang pemimpin. Pemimpin yang memiliki rasa aman mampu berfokus dalam kepemimpinannya. Karena tujuannya jelas yaitu mencapai visi dan misi bersama. Rasa akan memberinya keberanian untuk mengambil tindakan walau tidak popular sekalipun.
Integritas dalam hal kemurnian adalah satu tantangan yang sangat besar bagi para pemimpin. Keberhasilan sering kali memberi kesempatan bagi para pemimpin untuk jatuh kedalam pencobaan..
Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memiliki integritas dalam masalah uang. Banyak pemimpin –pemimpin yang sangat handal jatuh karena melanggar integritas mereka dalam masalah uang.
“ Peringatan kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada ALLAH yang dalam kekayaannya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatan agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. “

Betapa berdosanya jika kita tidak mau berubah untuk menjadi lebih baik, lebih professional dalam bekerja sehingga gaji yang kita makan benar-benar menjadi rejeki yang halal dan barokah bagi keluarga kita semua. Kalau ada kesempatan untuk menjadi aparat pemerintah yang baik, kenapa tidak kita gunakan dengan semaksimal mungkin ? Kenapa kita malah mencuri-curi kesempatan untuk menjadi orang yang tidak baik ?
ELEKTABILITAS DAN POPULARITAS. Istilah-istilah yang dipergunakan dalam pemilihan umum banyak yang masih sulit dicerna rakyat biasa. Kalau rakyat tidak tahu apa yang dikatakan, untuk apa ada kampanye? Pertanyaan yang perlu kita kemukakan, apa yang menjadi tujuan dari kampanye itu? Apakah sekedar untuk popularitas dengan sering tampil, atau untuk meningkatkan elektabilitas? Dalam masyarakat, sering diartikan, orang yang memiliki popularitas dianggap mempunyai elektabilitas yang tinggi. 

Sebaliknya, seorang yang mempunyai elektabilitas tinggi adalah orang yang populer. Penentu suatu pilihan, popularitas atau elektabilitas? Samakah pengertian popularitas dan elektabilitas itu? Apakah sebenarnya elektabilitas itu? Apa bedanya dengan popularitas?

Orang yang memiliki elektabilitas tinggi adalah orang yang dikenal baik secara meluas dalam masyarakat. Ada orang baik, yang memiliki kinerja tinggi dalam bidang yang ada hubungannya dengan jabatan publik yang ingin dicapai, tapi karena tidak ada yang memperkenalkan menjadi tidak elektabel. Sebaliknya, orang yang berprestasi tinggi dalam bidang yang tidak ada hubungannya dengan jabatan publik, boleh jadi mempunyai elektabilitas tinggi karena ada yang mempopulerkannya secara tepat. 

BEDA PENGERTIAN ELEKTABILITAS DAN POPULARITAS

Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Elektabilitas bisa diterapkan kepada barang, jasa maupun orang, badan atau partai. Elektabilitas sering dibicarakan menjelang pemilihan umum. Elektabilitas partai politik berarti tingkat keterpilihan partai politik di publik. Elektabilitas partai tinggi berarti partai tersebut memiliki daya pilih yang tinggi. Untuk meningkatkan elektabilitas maka objek elektabilitas harus memenuhi kriteria keterpilihan dan juga populer.

Sedangkan popularitas adalah tingkat keterkenalan di mata public. Meskipun populer belum tentu layak dipilih. Sebaliknya meskipun punya elektabilitas sehingga layak dipilih tapi karena tidak diketahui public, maka rakyat tidak memilih. Untuk meningkatkan elektabilitas maka sangat tergantung pada teknik kampanye yang dipergunakan. Dalam masyarakat yang belum berkembang, kecocokan profesi tidak menjadi persoalan. Yang perlu diingat, tidak semua kampanye berhasil meningkatkan elektabilitas. Ada kampanye yang menyentuh, ada kampanye yang tidak menyentuh kepentingan rakyat. Sementara itu ada kampanye yang berkedok sebagai survei, dengan tujuan untuk mempengaruhi orang yang sulit membuat keputusan dan sekaligus mematahkan semangat lawan. Bagaimana sobat setelah membaca perihal popularitas dan elektabilitas? Apakah penentu suatu pilihan dalam pemilu, pilkada atau pilpres itu sekedar berdasarkan popularitas, elektabiliatas, atau keduanya? 

Mari kita ambil contoh pemilihan produk. Jika ada beberap pilihan produk yang sama, maka apa dasar kita untuk memilih produk yang terbaik? Di antara beberapa produk, kemudian hanya satu dua produk yang memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) tinggi. Bila melihat popularitas, semua produk sepeda motor yang ada di Indonesia itu popular. Kata elektabilitas bisa dikaitkan dengan sosok yang akan dipilih atau nama partai peserta pemilu. Tidak pernah ada elektabilitas itu dikaitkan dengan produk sepeda motor, padahal pada prakteknya elektabilitas produk sepeda motor itu yang menentukan dipilih atau tidaknya oleh pembeli.

Bagaimana bila dikaitkan dengan Pemilu, Pilkada atau Pilpres di Indoensia, apakah penentu pilihannya itu popularitas atau elektabilitas? Menjelang pemilihan umum (pemilu) yang makin dekat, partai-partai politik dan tokoh-tokoh yang berminat untuk maju dalam pemilu itu, sudah mulai bersiap-siap. Alasannya, istilah-istilah yang dipergunakan banyak yang masih sulit dicerna rakyat biasa. Kalau rakyat tidak tahu apa yang dikatakan, untuk apa ada kampanye?

Pertanyaan yang perlu kita kemukakan, apa yang menjadi tujuan dari kampanye itu? Apakah sekedar untuk popularitas dengan sering tampil, atau untuk meningkatkan elektabilitas? Istilah popularitas dan elektabilitas dalam masyarakat memang sering disamaartikan. Padahal keduanya mempunyai makna dan konotasi yang berbeda, meskipun keduanya mempunyai kedekatan dan korelasi yang besar.

Dalam masyarakat, sering diartikan, orang yang populer dianggap mempunyai elektabilitas yang tinggi. Sebaliknya, seorang yang mempunyai elektabilitas tinggi adalah orang yang populer. Popularitas dan elektabilitas tidak selalu berjalan seiring. Orang yang memiliki elektabilitas tinggi adalah orang yang dikenal baik secara meluas dalam masyarakat. Ada orang baik, yang memiliki kinerja tinggi dalam bidang yang ada hubungannya dengan jabatan publik yang ingin dicapai, tapi karena tidak ada yang memperkenalkan menjadi tidak elektabel. Sebaliknya, orang yang berprestasi tinggi dalam bidang yang tidak ada hubungannya dengan jabatan publik, boleh jadi mempunyai elektabilitas tinggi karena ada yang mempopulerkannya secara tepat
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan salah satu kemampuan personal yang  harus dimiliki oleh seorang guru profesional dengan cara mencerminkan kepribadian yang mantap pada diri sendiri, bijaksana dan arif , dewasa dan berwibawa, mempunyai akhlak mulia menjadi  sauri teladan yang baik bagi peserta didik
Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan salah satu unsur yang harus dimiliki oleh Seorang guru yaitu dengan cara penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang terdiri dari  penguasaan materi kurikulum dalam mata pelajaran di sekolah dan beberapa substansi keilmuan yang menaungi materi, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya

- Kompetensi Sosial


Kompetensi sosial merupakan salah satu Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru melalui cara – cara yang baik dalam berkomunikasi dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Dengan komunikasi yang aktif  maka seorang guru telah mampu menjadi fasilitator yang baik bagi perkembangan pendidikan
Arti Integritas bagi TNI AU

Seperti diuraikan sebelumnya, penulis sengaja menyampaikan apa ciri/karakter sebuah integritas bagi Angkatan Udara AS (USAF), sebuah angkatan udara yang terbesar dan termodern saat ini, sebagai perbandingan dengan karakter integritas bagi kita insan TNI AU. Ciri karakter/pembawaan dari sebuah integritas bagi TNI AU tertuang dalam nilai-nilai yang ada di dalam Sapta Marga.
 Memang, istilah integritas tidak akan kita temukan dalam Sapta Marga, akan tetapi ciri, karakter dari integritas itu sendiri seperti diuraikan oleh J.C. Benton termuat dalam Sapta Marga tersebut. 
 It’s just to make a comparison, mari kita tengok Marga ke 2 dari Sapta Marga :
  
“Kami patriot Indonesia pendukung serta pembela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah.” 
 Dalam Marga ke 2 ini terkandung karakter integritas : tanggung jawab seperti yang diuraikan oleh Benton.
  
Selanjutnya mari kita lihat Marga ke 3 :
  
“Kami ksatria Indonesia yang bertaqwa kepada TYME serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.”
  
Kalau kita simak Marga ke 3 ini maka termuat karakter : keberanian, kejujuran, akuntabilitas, keadilan. Dari karakter-karakter integritas yang diuraikan Benton, terlihat jelas terkandung dalam Marga ini.
  
Berikutnya bisa kita simak Marga ke 5 :
 “Kami prajurit TNI memegang teguh disiplin, patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan prajurit.”

Dalam Marga ke 5 ini terkandung karakter tanggung jawab dan dan terutama menghargai diri sendiri (self resfect) seperti yang diuraikan oleh J.C. Benton.
  
Pada Marga ke 7, dapat kita cermati bahwa karakter sebuah integritas sangat kuat diamanatkan dalam marga ini, yakni :
  
“Kami prajurit TNI setia dan menepati janji serta sumpah prajurit.”

Marga ini mengamanatkan kepada seluruh prajurit TNI khususnya TNI AU untuk bertindak dan berbuat sesuai dengan apa yang diucapkan, apa yang dijanjikan, apa yang pernah disumpahkan. Dengan kata lain, Marga ke 7 ini menjadi kode etik bagi prajurit untuk satu, sejalan dan sama antara ucapan dan perbuatan.
  
So,……what’s the essential point ?


The Essential point yang dapat kita petik adalah bahwa meskipun istilah integritas belum diadopsi dalam Sapta Marga, namun ciri/karakter dari integritas itu sendiri sudah termuat dalam Sapta Marga. Setelah dibuat perbandingan seperti di atas, maka apa yang menjadi karakter dari integritas bagi Angkatan Udara AS (USAF) semua terkandung dalam Marga-marga dari Sapta Marga. Artinya, nilai-nilai dasar (core value) dari USAF sama baiknya kalau dilihat dari sisi kualitas dengan Sapta Marga sebagai kode etik (code of conduct) TNI. Kita patut merasa bangga karena para pendahulu TNI yang menyusun Sapta Marga sebagai landasan moral bagi seluruh prajurit TNI telah memasukkan secara konfrehensif nilai-nilai moral dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Sekarang berpulang kepada kita sebagai prajurit TNI AU, punyakah kita kemauan dan keberanian untuk menjadikan Sapta Marga sebagai kompas moral kita dalam mengabdi kepada TNI AU, dan tidak hanya menjadikannya sebagai sesuatu yang cukup dihafal dan diucapkan saja? (By Ltc. I Wayan Sulaba)
integritas dalam kehidupan sehari-hari. Lantas apa makna sebenarnya dari kata yang diterjemahkan dari kata integrity dalam bahasa Inggris ?
 Arti/makna leksikal dan gramtikal dari Integritas.
 a. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. 
1) Integrity is the quality of being honest and having strong moral principles.
2) The state of being whole and not devided.

 b. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan tahun 2001 memaknai integritas sebagai : 
1) Mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; 
2) Kejujuran;
3) Integritas Nasional : wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa di kehidupan bernegara

c. Kamus Inggris-Indonesia. Melalui kamus Inggris-Indonesia karangannya, John M. Echols dan Hassan Shadily memaknai integritas sebagai berikut : integrity : ketulusan hati, kejujuran, ; integritas : keutuhan.

“keterpilihan : “elektabilitas” 

Setiap orang perlu membangun integritas dirinya, agar dapat membangun integritas kelompok dan organisasi di mana ia berada. Kalau hal ini dilakukan, pada gilirannya akan dapat pula menyumbang ke arah pembentukan integritas masyarakat secara luas.

Bagaimana mengembangkan integritas pribadi? Beberapa langkah sederhana di bawah ini dapat menjadi pertimbangan bagi Anda dalam mengembangkan integritas pribadi: 
1. Berbicara Sesuai Kenyataan
Dari berbagai pengalaman bertemu dan berinteraksi dengan berbagai kalangan, saya belajar bahwa secara praktik nyata seseorang yang pernah berbohong, ingkar janji, atau pernah mengkhianati kepercayaan orang lain, itu disebut pribadi yang tidak jujur dan tidak memiliki integritas. Hal ini sejalan dengan pandangan agama yang menyatakan bahwa orang munafik itu memiliki tiga ciri utama, yakni:
• Apabila berbicara, ia bohong.
• Apabila berjanji, ia ingkari.
• Apabila diberi kepercayaan atau amanah, ia berkhianat.

Karenanya, untuk membangun integritas pribadi dalam pekerjaan, hindari tiga hal tersebut, seperti berbohong, mengingkari janji, dan mengkhianati kepercayaan yang diberikan. Berbicaralah hanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Memang diperlukan keberanian untuk mengungkapkan segala sesuatunya sesuai dengan kenyataan yang ada, terutama pada hal-hal yang bisa saja tidak mengenakkan.
2. Memenuhi Sesuai Apa yang Dijanjikan 
Orang yang memiliki integritas selalu melakukan sesuai dengan apa yang dijanjikannya. Dengan demikian, hindari untuk menjanjikan apa yang tidak dapat Anda lakukan, agar terhindar dari tindakan tidak menepati janji. Lebih baik menjanjikan dengan apa yang bisa Anda lakukan, sehingga dapat menjadi pribadi yang selalu menepati janji.

Pribadi yang memiliki integritas adalah pribadi yang selalu menepati janji yang telah dibuatnya. Ketika ia memberikan janji, ia sudah memperhitungkan hal itu sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Ia akan bersungguh-sungguh memenuhi apa yang sudah dijanjikannya kepada orang lain.

Dalam aplikasi nyata dalam pekerjaan, berarti dituntut untuk senantiasa melaksanakan sesuai dengan apa yang sudah dijanjikannya, baik dalam hubungan dengan sesama rekan kerja, kepada atasan, kepada bawahan, ataupun kepada supplier dan konsume
3. Konsisten dalam Perkataan dan Perbuatan
Mereka yang dapat menjaga konsistensi antara perkataan dan perbuatan memiliki karakter terpuji. Kenyataan ini menunjukkan bahwa integritas adalah salah satu karakter terpuji. Berusaha menjaga konsistensi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan merupakan salah satu cara membangun integritas pribadi. Pada akhirnya akan memiliki karakter terpuji secara konsisten dalam seluruh aspek kehidupan.

Menjadi seseorang yang memiliki integritas tinggi diperlukan komitmen untuk menjaga konsistensi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dapat selalu menepati janji sesuai dengan apa yang disampaikannya dalam perkataan dan tindakan. Tidak kalah penting adalah dapat memegang teguh amanah dari orang lain


Ringkasan Buku Integritas: Keberanian Memenuhi Tuntutan Kenyataan


Integritas. Lebih dari sekadar kejujuran. Inilah kunci menuju kesuksesan. Seseorang dengan integritas memiliki kemampuan-yang jarang ada-untuk menyatukan semuanya, untuk mewujudkan semuanya sesulit apa pun keadaannya.

Dr. Henry Cloud, berdasarkan pengalaman kerjanya dengan perusahaan Fortune 500, organisasi nirlaba, dan para pemimpin perorangan, menunjukkan cara karakter kita bisa menghambat upaya kita dalam mencapai semua yang kita inginkan.

Dalam Integritas, Dr. Cloud mengupas enam kualitas karakter yang mendefinisikan integritas. Ia menggunakan kisah-kisah pemimpin bisnis terkenal seperti Michael Dell dan tokoh olahraga seperti Tiger Woods untuk menggambarkan masing-masing kualitas ini. Ia menunjukkan kepada kita betapa orang berintegritas:
+ Mampu bersambung rasa dengan orang lain dan membangun rasa percaya
+ Berorientasi pada kenyataan
+ Menyelesaikan dengan baik
+ Merangkul yang negatif
+ Berorintasi pada peningkatan
+ Memahami hal-hal transenden

"Karakteristik nomor satu yang ingin dilihat orang dalam diri para pemimpin adalah integritas-orang-orang yang melakukan apa yang mereka katakan dan menjalani kehidupan yang bersih."
- Ken Blanchard, Rekan Penulis, The One Minute Manager