Minggu, 26 Februari 2017

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM KEGIATAN ORGANISASI

Kepemimpinan transformasional adalah merupakan kemampuan dalam kepemimpinan yang komprehensif dan terpadu yang diperlukan bagi individu, kelompok, maupun organisasi untuk menghasilkan transformasi yang ditandai dengan suatu perubahan pada setiap tahapan dalam kegiatan (Hacker & Robberts: 2004). 
 Sejarah pertumbuhan peradaban manusia banyak menunjukkan bukti bahwa salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan keberlangsungan organisasi adalah kuat tidaknya kepemimpinan. Kegagalan dan keberhasilan suatu organisasi banyak ditentukan oleh pemimpin karena pemimpin merupakan pengendali dan penentu suatu arah yang hendak ditempuh oleh organisasi menuju tujuan yang akan dicapainya


Kepemimpinan ini memiliki kedudukan yang menentukan dalam organisasi. Pemimpin yang melaksanakan kepemimpinannya secara efektif dapat menggerakkan orang orang yang dipimpin ke arah tujuan yang dicita-citakan. Sebaliknya pemimpin yang melaksanakan kepemimpinannya secara kurang efektif, tidak memiliki pengaruh, kepemimpinannya dapat mengakibatkan lemahnya kinerja organisasi, yang pada akhirnya dapat menciptakan keterpurukan dan ketidak harmonisan di dalam organisasi tersebut
Ditambah lagi berbagaivdalam kesulitan yang dihadapi, seperti kesulitan keuangan, pemasaran, pertumbuhan, persaingan, dan kesulitan penting yang lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut maka diterapkanlah gaya kepemimpinan yang sesuai dengan perubahan tersebut. Salah satu pilihan untuk menyelesaikan hal tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan kepemimpinan transformasional atau Transformatif Leadership
.
untuk menjadi seorang pemimpin dengan kepemimpinan transformasional bukan hal yang mudah namun juga tidak sulit. Dibutuhkan niat dan kemauan motivasi besar dan berusaha terus menerus untuk melayakkan menjadikan diri menjadi pemimpin yang lebih baik untuk orang lain

. Dalam kehidupan sehari hari sering kita merasakan puncak dari beban masalah,sabar dan serahkan pada Kuasa Sang Pencipta.INGAT tak ada masalah tanpa solusi.
Jangan mengharapkan sahabat yang sempurna, namun selalu bantu sahabat mu menjadi orang yang lebih sempurna, karena itulah arti persahabatan yang sesungguhnya dalam kebersamaan

Minggu, 22 Januari 2017

BERBUAT BAIKLAH TERHADAP ORANG LAIN DAN RENDAH HATI

** JIKALAU ORANG LAIN BERBUAT BAIK TERHADAPMU TULIS ATAU PAHATLAH DIBATU AGAR TIDAK HILANG DAN SELALU DIINGAT


TETAPI KALAU ENGKAU BERBUAT BAIK TERHADAP ORANG LAIN TULISLAH DITANAH AGAR CEPAT HILANG ATAU TIDAK DIINGAT **
** BARANG SIAPA YANG INGIN MENANG SENDIRI ATAU GEMAR MEMBUAT ORANG LAIN SENGSARA DAN MENDERITA , AKHIRNYA ….. AKAN MENDAPAT PEMBALASAN DARI PERBUATANNYA SENDRI…….**


EMPAT CARA AGAR ORANG LAIN MAU MENGIKUTI ANDA
1. Buatlah agar orang lain merasa dipentingkan :
Orang akan mengikuti anda jika menjadikan mereka “PENTING” bukan sebaliknya jika anda yang harus merasa dipentingkan

2. Populerkan Visi (Pandangan anda) :
Tidak ada seorangpun yang akan mengikuti anda karena “Anda telah Memutuskan diri sendiri untuk menjadi Pemimpin mereka” anda harus memilih gagasan yang jelas dan membawanya kepada kelompok anda, yakinkan mereka bahwa sasaran gagasan anda bermanfaat.

3. Perlakukan orang lain sebagaimana anda  
   memperlakukan diri sendiri :
Tidak kah anda merasa senang bila seseorang mengikuti pemimpin yang memiliki perhatian seperti pada anda dan serta memperlakukan anda dengan penuh perhatian.

4. Bertanggung jawab atas apa yang anda dan
   kelompok anda telah lakukan:
Akuilah jika anda memang melakukan kesalahan yang telah anda lakukan kepada Orang lain, maka anda tak akan lama lagi menjadi” Pemimpin”

“ Tidak ada yang kurang dan lebih dari diri sendiri, diri sendirilah yang sadar dan punya rasa tanggung jawab itu semua “

Minggu, 22 Mei 2016

JANGAN TAKUT DENGAN GAGALNYA MERAIH VISI

Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi kita akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang. Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang kita tempuh meski tidak sepenuhnya. Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup kita kedepan
Jika kita ingin menjalin sebuah hubungan yang bertahan lama dan berhasil, kita harus memulainya atas dasar sikap saling menghormati dan mengahargai. kita  harus bisa melihat diri sendiri dan kemampuan  kita sebagai sebuah tim dan kita harus bisa menjadi orang yang mampu bertanggung jawab rasa, jujur, dan penuh kasih sayang dan penuh perhatian. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang sempurna, dan kita harus bersedia menjalankan dengan tulus jika kita sudah melakukan kesalahan. maka kita  harus bisa berusaha memperbaikinya  serta mau berusaha,  kita harus memiliki hubungan yang harmonis Saling menghormati dalam hubungan akan sangat berperan ketika menghadapi sebuah situasi yang cukup berat akan kita hadapi dengan adanya perbedaan pendapat. dengan orang lain  maka saling menghormati akan memilih untuk dapat berbicara berdiskusi daripada adu argumentasi untuk mencari kesalahan lebih baik mencari solusi


Sabtu, 30 April 2016

HANYA DENGAN KESABARAN KITA BISA MERAIH KEBERHASILAN

Kita Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Dibalik keberhasilan mereka selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuangan dan pengorbanan mereka, keringat dan kepayahan dan suka dukanya. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, maka kita bisa lupa dari keharusan untuk berupaya untuk memperbaikinya. Namun, bila kita terkagum pada ketegaran seseorang dalam berusaha, maka kita telah menyerap sebuah energi kekuatan, keberanian dan kesabaran.contoh  Pohon besar mampu menahan terjangan badai karana memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menunbuhkan dan melatih kekuatan. Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya. Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindungi dari terpaan hujan angin dan sebagainya. Tak ada hitungan malam untuk mencetak sebongkah batang yang tegar. Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar yang kekar mencengkeram bumi. Hanya dengan kesabaran kita bisa meraih keberhasilan. Tumbuhkanlah kesabaran bukan sekedar kecepatan meraih sukses.
Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara sudut pandang kita, hati pikiran kita, dan diri kita sendiri,bukan dengan jalan mengubah dunia itu atau bahkan malah menyesali takdir yang telah terjadi dalam kehidupannya. Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri.memang betul, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?Hanya dengan kesabaran itulah kita bisa meraih keberhasilan

Selasa, 08 Maret 2016

SEORANG PEMIMPIN PASTI BERTANGGUNG JAWAB

“Setiap manusia yang baru lahir diamanahi menjadi seorang pemimpin dan amanah ini suatu saat mereka pasti akan dimintai pertanggungjawabannya”
Seorang Pemimpin, ketika mendengar kata Pemimpin pasti berpikir kenapa mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah seorang pasti pemimpin negara bukan pemimpin itu banyak seperti dalam organisasi, pemimpin lembaga, dan lainnya. Kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan adalah sosok pemimpin seperti apakah yang sebenarnya dibutuhkan untuk dapat memimpin sebuah organisasi atau dalam lingkup yang lebih luas seperti sebuah negara?
Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah amanah besar yang harus dilaksanakan dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab sebab kelak segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar, akan diperhitungkan pada suatu hari yang pasti, yakni Hari Penghisaban dialam baka maupun pertangung jawabkan dumuka umum. Sesungguhnya setiap manusia diamanahkan oleh Allah untuk menjadi seorang pemimpin. Ya, setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin kita harus mampu mengorganisir diri dengan semaksimal mungkin dengan baik, mulai dari manajemen waktu yang baik, mengontrol diri dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku, sampai dalam hal menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan istirahat. Jika kita telah mampu menjadi seorang pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri barulah kita kembangkan potensi kepemimpinan ini dalam ranah yang lebih luas seperti organisasi atau lembaga.
Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi/lembaga merupakan sosok yang mempunyai peran penting terkait “mau dibawa kemana” organisasi/lembaga tersebut. Akibat peran penting yang diemban oleh seorang pemimpin, maka yang menjadi pemimpin suatu organisasi/lembaga haruslah seorang yang mempunyai parameter dan indikator sebagai pemimpin yang baik. Berikut adalah beberapa indikator yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut penulis.
Pertama, pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya sebab pada hakikatnya kepemimpinan adalah sebuah seni mempengaruhi serta memberikan motivasi anggota untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi/lembaga tersebut. Akan tetapi, kemampuan mempengaruhi ini harus dilakukan dengan seni –teknik menyampaikan- yang tepat, sebab jika kurang tepat dalam cara menyampaikan dikhawatirkan malah meninggalkan persepsi yang salah kepada para anggota.
Kedua, pemimpin harus bersikap jujur dan terbuka. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap pemimpin sebab jika dalam hal kejujuran saja seorang pemimpin sudah meragukan maka bagaimana ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Kejujuran di sini juga terkait keterbukaan (transparansi) seorang pemimpin kepada anggotanya, yakni dalam menghadapi suatu permasalahan. Setiap anggota mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran dari setiap permasalahan yang ada. Jangan sampai keputusan dalam menghadapi suatu permasalahan hanya diputuskan oleh pemimpin sendiri tanpa melibatkan anggotanya.
Ketiga, pemimpin harus bersikap adil dan bijaksana. Dalam menghadapi suatu permasalahan seorang pemimpin harus bijaksana memandang masalah tersebut dari berbagai sisi sehingga dalam penyelesaiannya yang didiskusikan bersama anggota, akan dihasilkan sebuah keputusan yang tidak menguntungkan salah satu pihak/golongan. Dengan demikian, hasil keputusan tersebut dapat bersifat adil. Untuk kriteria ketiga ini sangat berhubungan dengan kriteria sebelumnya, yaitu jujur dan terbuka. Keputusan yang diambil ketika menghadapi suatu permasalahan harus sebelumnya terdapat keterbukaan dalam menyampaikan duduk permasalahan kepada anggota, sehingga keputusan yang diambil dapat bersifat adil dan dapat menunjukkan kebijaksanaan seorang pemimpin.
Keempat, pemimpin harus disiplin. Salah satu sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang baik adalah disiplin. Artinya, setiap pemimpin harus mampu memajemenkan diri dengan baik sehingga kedisplinannya tersebut dapat dijadikan tauladan untuk para anggotanya. Satu hal yang harus selalu diingat oleh seorang pemimpin, yaitu “Pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Private Sector harus selesai sebelum mengurus Public Sector.” Dengan demikian, ketika seorang pemimpin sedang terjun ke ranah publik, sudah tidak lagi sibuk mengurusi hal-hal privat yang belum terselesaikan.
Kelima, pemimpin harus mempunyai wawasan yang luas. Memimpin sebuah organisasi/lembaga berarti harus siap untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang menghampiri. Oleh karena itu, wawasan yang luas harus dimiliki setiap pemimpin untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Hal ini juga dapat dikembangkan dengan menumbuhkan sifat Open Minded.
Keenam, pemimpin harus mampu membangun kerja sama yang baik dengan anggotanya. Dalam mengelola sebuah organisasi/lembaga, seorang pemimpin tidaklah mampu untuk menjalankan dan mengelolanya sendiri, melainkan pasti membutuhkan kerjasama dengan anggota. Pemimpin harus dapat membentuk suasana kerjasama yang nyaman sehingga anggota menjadi lebih produktif. Dengan demikian, melalui kerja sama yang sinergis ini tujuan dan cita-cita organisasi dapat tercapai. Akan tetapi, satu hal yang harus dipahami oleh seorang pemimpin, yakni seorang bos akan berkata “You Go!” kepada para anggotanya, sedangkan seorang pemimpin adalah yang berkata “Let’s Go!”.
Ketujuh, pemimpin harus senang mendengarkan. Hal ini yang seringkali luput dari pemimpin saat ini, yaitu kemampuan untuk mendengarkan. Ya, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, sebab kebanyakan orang-orang lebih suka untuk didengarkan daripada untuk mendengarkan. Padahal mendengarkan adalah sebuah kesempatan untuk lebih memahami dan mengerti, tentu akan sangat penting bagi seorang pemimpin, yakni pemahaman terhadap anggotanya. Ironinya adalah tidak semua pemimpin mau mendengarkan aspirasi dari orang lain, bahkan angggotanya sendiri, terbukti dengan adanya sikap “memilih-milih” orang yang sekiranya diajak berdiskusi olehnya. Bukankah pepatah mengatakan “Jangan lihat siapa yang menyampaikan, melainkan dengarlah apa yang disampaikan.” Dengan demikian, pemimpin yang baik pasti seorang pendengar yang baik. Ia akan semakin dihormati dan dikagumi para anggotanya sebab kerendahan hati yang dimiliki dengan kesediaannya untuk menjadi pendengar yang baik.
Terakhir –namun bukan yang terkahir-, pemimpin harus berani untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Dalam memimpin sebuah organisasi seorang pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengarahkan anggota dan organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar selalu berada di jalan yang Allah ridhoi sebab tanggung jawab sebagai seorang pemimpin bukanlah tanggung jawab yang main-main, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan.
Beberapa indikator yang telah disebutkan di atas memang bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dipenuhi, sebab manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tentu memiliki kekurangan. Akan tetapi, seorang pemimpin yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut, mengingat amanah yang diembannya ini pasti kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.





Minggu, 28 Februari 2016

KITA HARUS LEBIH BIJAKSANA MELIHAT SESEORANG

“Kita memiliki kemampuan untuk membuat hidup jadi apa yang diinginkan. Tetapi konsekuensi dari itu adalah kita harus bersedia untuk memberikan semua yang diperlukan untuk melakukannya.”
“Ketika masa-masa sulit, Kita akan tahu siapa teman Kita yang sebenarnya.”
“Penyesalan adalah kegiatan introspeksi diri disetiap kekhilafan. tapi, penyesalan itu tidak akan memiliki arti jika tidak diiringi dengan perubahan.”
“Masa depan adalah milik kita. Darimana kita berasal tidak akan menentukan nasib kita.”

“Hidup di dunia ini tidak hanya sekedar untuk dijalani, akan tetapi kita harus bisa untuk mengambil makna disetiap kejadian maupun peristiwa hidup yang telah terjadi,”
“Dengan pengalaman Kita dapat menjadi lebih bijaksana. Kita pun akan menyadari bahwa hal-hal buruk terkadang terjadi karena suatu alasan.”

“Tidak peduli dari mana semua berasal. Yang terpenting adalah kemana kita akan pergi dan menemuinya.”

Sabtu, 13 Februari 2016

“SETIAP MANUSIA BARU LAHIR DIAMANAHI MENJADI SEORANG PEMIMPIN

“Setiap manusia yang baru lahir diamanahi menjadi seorang pemimpin Amanah ini suatu saat mereka pasti akan dimintai pertanggungjawabannya”
Seorang Pemimpin, ketika kita mendengar kata Pemimpin pasti berpikir kenapa" mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah seorang pasti pemimpin Negara  pemimpin itu banyak seperti dalam Organisasi, pemimpin lembaga, dan lainnya. Kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan adalah sosok pemimpin seperti apakah yang sebenarnya dibutuhkan untuk dapat memimpin sebuah Organisasi atau dalam ruang lingkup yang lebih luas seperti sebuah Negara?
Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah amanah besar yang harus dilaksanakan dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab sebab kelak segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar, akan diperhitungkan pada suatu hari yang pasti, yakni Hari Penghisaban dialam baka maupun pertangung jawabkan dumuka umum. Sesungguhnya setiap manusia diamanahkan oleh Allah untuk menjadi seorang pemimpin. pasti setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin kita harus mampu mengorganisir diri dengan semaksimal mungkin dengan baik, mulai dari manajemen waktu yang baik, mengontrol diri dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku, sampai dalam hal menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan istirahat. Jika kita telah mampu menjadi seorang pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri barulah kita kembangkan potensi kepemimpinan ini dalam ranah yang lebih luas seperti Organisasi atau lembaga
Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi atau lembaga merupakan sosok yang mempunyai peran sangat penting saling terkait “mau dibawa kemana” organisasi/lembaga tersebut. Akibat peran penting yang diemban oleh seorang pemimpin, maka yang menjadi pemimpin suatu organisasi/lembaga haruslah seorang yang mempunyai parameter dan indikator baik sebagai pemimpin yang baik.menjadi terbaik
yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin menurut penulis.
PERTAMA Pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya sebab pada hakikatnya kepemimpinan adalah sebuah seni mempengaruhi serta memberikan motivasi anggota untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi/lembaga tersebut. Akan tetapi, kemampuan mempengaruhi ini harus dilakukan dengan seni –teknik menyampaikan- yang tepat, sebab jika kurang tepat dalam cara menyampaikan dikhawatirkan malah meninggalkan persepsi yang salah kepada para anggota.
KEDUA Pemimpin harus bersikap jujur dan terbuka. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap pemimpin sebab jika dalam hal kejujuran saja seorang pemimpin sudah meragukan maka bagaimana ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Kejujuran di sini juga terkait keterbukaan (transparansi) seorang pemimpin kepada anggotanya, yakni dalam menghadapi suatu permasalahan. Setiap anggota mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran dari setiap permasalahan yang ada. Jangan sampai keputusan dalam menghadapi suatu permasalahan hanya diputuskan oleh pemimpin sendiri tanpa melibatkan anggotanya.
KETIGA Pemimpin harus bersikap adil dan bijaksana. Dalam menghadapi suatu permasalahan seorang pemimpin harus bijaksana memandang masalah tersebut dari berbagai sisi sehingga dalam penyelesaiannya yang didiskusikan bersama anggota, akan dihasilkan sebuah keputusan yang tidak menguntungkan salah satu pihak/golongan. Dengan demikian, hasil keputusan tersebut dapat bersifat adil. Untuk kriteria ketiga ini sangat berhubungan dengan kriteria sebelumnya, yaitu jujur dan terbuka. Keputusan yang diambil ketika menghadapi suatu permasalahan harus sebelumnya terdapat keterbukaan dalam menyampaikan duduk permasalahan kepada anggota, sehingga keputusan yang diambil dapat bersifat adil dan dapat menunjukkan kebijaksanaan seorang pemimpin.
KEEMPAT Pemimpin harus disiplin. Salah satu sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang baik adalah disiplin. Artinya, setiap pemimpin harus mampu memajemenkan diri dengan baik sehingga kedisplinannya tersebut dapat dijadikan tauladan untuk para anggotanya. Satu hal yang harus selalu diingat oleh seorang pemimpin, yaitu “Pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Private Sector harus selesai sebelum mengurus Public Sector.” Dengan demikian, ketika seorang pemimpin sedang terjun ke ranah publik, sudah tidak lagi sibuk mengurusi hal-hal privat yang belum terselesaikan.
KELIMA Pemimpin harus mempunyai wawasan yang luas. Memimpin sebuah organisasi/lembaga berarti harus siap untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang menghampiri. Oleh karena itu, wawasan yang luas harus dimiliki setiap pemimpin untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Hal ini juga dapat dikembangkan dengan menumbuhkan sifat Open Minded.
KEENAM Pemimpin harus mampu membangun kerja sama yang baik dengan anggotanya. Dalam mengelola sebuah organisasi/lembaga, seorang pemimpin tidaklah mampu untuk menjalankan dan mengelolanya sendiri, melainkan pasti membutuhkan kerjasama dengan anggota. Pemimpin harus dapat membentuk suasana kerjasama yang nyaman sehingga anggota menjadi lebih produktif. Dengan demikian, melalui kerja sama yang sinergis ini tujuan dan cita-cita organisasi dapat tercapai. Akan tetapi, satu hal yang harus dipahami oleh seorang pemimpin, yakni seorang bos akan berkata “You Go!” kepada para anggotanya, sedangkan seorang pemimpin adalah yang berkata “Let’s Go!”.
KETUJUH Pemimpin harus senang mendengarkan. Hal ini yang seringkali luput dari pemimpin saat ini, yaitu kemampuan untuk mendengarkan. Ya, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, sebab kebanyakan orang-orang lebih suka untuk didengarkan daripada untuk mendengarkan. Padahal mendengarkan adalah sebuah kesempatan untuk lebih memahami dan mengerti, tentu akan sangat penting bagi seorang pemimpin, yakni pemahaman terhadap anggotanya. Ironinya adalah tidak semua pemimpin mau mendengarkan aspirasi dari orang lain, bahkan angggotanya sendiri, terbukti dengan adanya sikap “memilih-milih” orang yang sekiranya diajak berdiskusi olehnya. Bukankah pepatah mengatakan “Jangan lihat siapa yang menyampaikan, melainkan dengarlah apa yang disampaikan.” Dengan demikian, pemimpin yang baik pasti seorang pendengar yang baik. Ia akan semakin dihormati dan dikagumi para anggotanya sebab kerendahan hati yang dimiliki dengan kesediaannya untuk menjadi pendengar yang baik.
Terakhir –namun bukan yang terkahir-, pemimpin harus berani untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Dalam memimpin sebuah organisasi seorang pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengarahkan anggota dan organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar selalu berada di jalan yang Allah ridhoi sebab tanggung jawab sebagai seorang pemimpin bukanlah tanggung jawab yang main-main, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan.
Beberapa indikator yang telah disebutkan di atas memang bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dipenuhi, sebab manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tentu memiliki kekurangan. Akan tetapi, seorang pemimpin yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut, mengingat amanah yang diembannya ini pasti kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.