Minggu, 22 Mei 2016

JANGAN TAKUT DENGAN GAGALNYA MERAIH VISI

Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi kita akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang. Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang kita tempuh meski tidak sepenuhnya. Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup kita kedepan
Jika kita ingin menjalin sebuah hubungan yang bertahan lama dan berhasil, kita harus memulainya atas dasar sikap saling menghormati dan mengahargai. kita  harus bisa melihat diri sendiri dan kemampuan  kita sebagai sebuah tim dan kita harus bisa menjadi orang yang mampu bertanggung jawab rasa, jujur, dan penuh kasih sayang dan penuh perhatian. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang sempurna, dan kita harus bersedia menjalankan dengan tulus jika kita sudah melakukan kesalahan. maka kita  harus bisa berusaha memperbaikinya  serta mau berusaha,  kita harus memiliki hubungan yang harmonis Saling menghormati dalam hubungan akan sangat berperan ketika menghadapi sebuah situasi yang cukup berat akan kita hadapi dengan adanya perbedaan pendapat. dengan orang lain  maka saling menghormati akan memilih untuk dapat berbicara berdiskusi daripada adu argumentasi untuk mencari kesalahan lebih baik mencari solusi


Sabtu, 30 April 2016

HANYA DENGAN KESABARAN KITA BISA MERAIH KEBERHASILAN

Kita Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Dibalik keberhasilan mereka selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuangan dan pengorbanan mereka, keringat dan kepayahan dan suka dukanya. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, maka kita bisa lupa dari keharusan untuk berupaya untuk memperbaikinya. Namun, bila kita terkagum pada ketegaran seseorang dalam berusaha, maka kita telah menyerap sebuah energi kekuatan, keberanian dan kesabaran.contoh  Pohon besar mampu menahan terjangan badai karana memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menunbuhkan dan melatih kekuatan. Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya. Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindungi dari terpaan hujan angin dan sebagainya. Tak ada hitungan malam untuk mencetak sebongkah batang yang tegar. Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar yang kekar mencengkeram bumi. Hanya dengan kesabaran kita bisa meraih keberhasilan. Tumbuhkanlah kesabaran bukan sekedar kecepatan meraih sukses.
Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara sudut pandang kita, hati pikiran kita, dan diri kita sendiri,bukan dengan jalan mengubah dunia itu atau bahkan malah menyesali takdir yang telah terjadi dalam kehidupannya. Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri.memang betul, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?Hanya dengan kesabaran itulah kita bisa meraih keberhasilan

Selasa, 08 Maret 2016

SEORANG PEMIMPIN PASTI BERTANGGUNG JAWAB

“Setiap manusia yang baru lahir diamanahi menjadi seorang pemimpin dan amanah ini suatu saat mereka pasti akan dimintai pertanggungjawabannya”
Seorang Pemimpin, ketika mendengar kata Pemimpin pasti berpikir kenapa mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah seorang pasti pemimpin negara bukan pemimpin itu banyak seperti dalam organisasi, pemimpin lembaga, dan lainnya. Kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan adalah sosok pemimpin seperti apakah yang sebenarnya dibutuhkan untuk dapat memimpin sebuah organisasi atau dalam lingkup yang lebih luas seperti sebuah negara?
Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah amanah besar yang harus dilaksanakan dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab sebab kelak segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar, akan diperhitungkan pada suatu hari yang pasti, yakni Hari Penghisaban dialam baka maupun pertangung jawabkan dumuka umum. Sesungguhnya setiap manusia diamanahkan oleh Allah untuk menjadi seorang pemimpin. Ya, setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin kita harus mampu mengorganisir diri dengan semaksimal mungkin dengan baik, mulai dari manajemen waktu yang baik, mengontrol diri dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku, sampai dalam hal menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan istirahat. Jika kita telah mampu menjadi seorang pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri barulah kita kembangkan potensi kepemimpinan ini dalam ranah yang lebih luas seperti organisasi atau lembaga.
Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi/lembaga merupakan sosok yang mempunyai peran penting terkait “mau dibawa kemana” organisasi/lembaga tersebut. Akibat peran penting yang diemban oleh seorang pemimpin, maka yang menjadi pemimpin suatu organisasi/lembaga haruslah seorang yang mempunyai parameter dan indikator sebagai pemimpin yang baik. Berikut adalah beberapa indikator yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut penulis.
Pertama, pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya sebab pada hakikatnya kepemimpinan adalah sebuah seni mempengaruhi serta memberikan motivasi anggota untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi/lembaga tersebut. Akan tetapi, kemampuan mempengaruhi ini harus dilakukan dengan seni –teknik menyampaikan- yang tepat, sebab jika kurang tepat dalam cara menyampaikan dikhawatirkan malah meninggalkan persepsi yang salah kepada para anggota.
Kedua, pemimpin harus bersikap jujur dan terbuka. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap pemimpin sebab jika dalam hal kejujuran saja seorang pemimpin sudah meragukan maka bagaimana ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Kejujuran di sini juga terkait keterbukaan (transparansi) seorang pemimpin kepada anggotanya, yakni dalam menghadapi suatu permasalahan. Setiap anggota mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran dari setiap permasalahan yang ada. Jangan sampai keputusan dalam menghadapi suatu permasalahan hanya diputuskan oleh pemimpin sendiri tanpa melibatkan anggotanya.
Ketiga, pemimpin harus bersikap adil dan bijaksana. Dalam menghadapi suatu permasalahan seorang pemimpin harus bijaksana memandang masalah tersebut dari berbagai sisi sehingga dalam penyelesaiannya yang didiskusikan bersama anggota, akan dihasilkan sebuah keputusan yang tidak menguntungkan salah satu pihak/golongan. Dengan demikian, hasil keputusan tersebut dapat bersifat adil. Untuk kriteria ketiga ini sangat berhubungan dengan kriteria sebelumnya, yaitu jujur dan terbuka. Keputusan yang diambil ketika menghadapi suatu permasalahan harus sebelumnya terdapat keterbukaan dalam menyampaikan duduk permasalahan kepada anggota, sehingga keputusan yang diambil dapat bersifat adil dan dapat menunjukkan kebijaksanaan seorang pemimpin.
Keempat, pemimpin harus disiplin. Salah satu sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang baik adalah disiplin. Artinya, setiap pemimpin harus mampu memajemenkan diri dengan baik sehingga kedisplinannya tersebut dapat dijadikan tauladan untuk para anggotanya. Satu hal yang harus selalu diingat oleh seorang pemimpin, yaitu “Pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Private Sector harus selesai sebelum mengurus Public Sector.” Dengan demikian, ketika seorang pemimpin sedang terjun ke ranah publik, sudah tidak lagi sibuk mengurusi hal-hal privat yang belum terselesaikan.
Kelima, pemimpin harus mempunyai wawasan yang luas. Memimpin sebuah organisasi/lembaga berarti harus siap untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang menghampiri. Oleh karena itu, wawasan yang luas harus dimiliki setiap pemimpin untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Hal ini juga dapat dikembangkan dengan menumbuhkan sifat Open Minded.
Keenam, pemimpin harus mampu membangun kerja sama yang baik dengan anggotanya. Dalam mengelola sebuah organisasi/lembaga, seorang pemimpin tidaklah mampu untuk menjalankan dan mengelolanya sendiri, melainkan pasti membutuhkan kerjasama dengan anggota. Pemimpin harus dapat membentuk suasana kerjasama yang nyaman sehingga anggota menjadi lebih produktif. Dengan demikian, melalui kerja sama yang sinergis ini tujuan dan cita-cita organisasi dapat tercapai. Akan tetapi, satu hal yang harus dipahami oleh seorang pemimpin, yakni seorang bos akan berkata “You Go!” kepada para anggotanya, sedangkan seorang pemimpin adalah yang berkata “Let’s Go!”.
Ketujuh, pemimpin harus senang mendengarkan. Hal ini yang seringkali luput dari pemimpin saat ini, yaitu kemampuan untuk mendengarkan. Ya, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, sebab kebanyakan orang-orang lebih suka untuk didengarkan daripada untuk mendengarkan. Padahal mendengarkan adalah sebuah kesempatan untuk lebih memahami dan mengerti, tentu akan sangat penting bagi seorang pemimpin, yakni pemahaman terhadap anggotanya. Ironinya adalah tidak semua pemimpin mau mendengarkan aspirasi dari orang lain, bahkan angggotanya sendiri, terbukti dengan adanya sikap “memilih-milih” orang yang sekiranya diajak berdiskusi olehnya. Bukankah pepatah mengatakan “Jangan lihat siapa yang menyampaikan, melainkan dengarlah apa yang disampaikan.” Dengan demikian, pemimpin yang baik pasti seorang pendengar yang baik. Ia akan semakin dihormati dan dikagumi para anggotanya sebab kerendahan hati yang dimiliki dengan kesediaannya untuk menjadi pendengar yang baik.
Terakhir –namun bukan yang terkahir-, pemimpin harus berani untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Dalam memimpin sebuah organisasi seorang pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengarahkan anggota dan organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar selalu berada di jalan yang Allah ridhoi sebab tanggung jawab sebagai seorang pemimpin bukanlah tanggung jawab yang main-main, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan.
Beberapa indikator yang telah disebutkan di atas memang bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dipenuhi, sebab manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tentu memiliki kekurangan. Akan tetapi, seorang pemimpin yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut, mengingat amanah yang diembannya ini pasti kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.





Minggu, 28 Februari 2016

KITA HARUS LEBIH BIJAKSANA MELIHAT SESEORANG

“Kita memiliki kemampuan untuk membuat hidup jadi apa yang diinginkan. Tetapi konsekuensi dari itu adalah kita harus bersedia untuk memberikan semua yang diperlukan untuk melakukannya.”
“Ketika masa-masa sulit, Kita akan tahu siapa teman Kita yang sebenarnya.”
“Penyesalan adalah kegiatan introspeksi diri disetiap kekhilafan. tapi, penyesalan itu tidak akan memiliki arti jika tidak diiringi dengan perubahan.”
“Masa depan adalah milik kita. Darimana kita berasal tidak akan menentukan nasib kita.”

“Hidup di dunia ini tidak hanya sekedar untuk dijalani, akan tetapi kita harus bisa untuk mengambil makna disetiap kejadian maupun peristiwa hidup yang telah terjadi,”
“Dengan pengalaman Kita dapat menjadi lebih bijaksana. Kita pun akan menyadari bahwa hal-hal buruk terkadang terjadi karena suatu alasan.”

“Tidak peduli dari mana semua berasal. Yang terpenting adalah kemana kita akan pergi dan menemuinya.”

Sabtu, 13 Februari 2016

“SETIAP MANUSIA BARU LAHIR DIAMANAHI MENJADI SEORANG PEMIMPIN

“Setiap manusia yang baru lahir diamanahi menjadi seorang pemimpin Amanah ini suatu saat mereka pasti akan dimintai pertanggungjawabannya”
Seorang Pemimpin, ketika kita mendengar kata Pemimpin pasti berpikir kenapa" mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah seorang pasti pemimpin Negara  pemimpin itu banyak seperti dalam Organisasi, pemimpin lembaga, dan lainnya. Kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan adalah sosok pemimpin seperti apakah yang sebenarnya dibutuhkan untuk dapat memimpin sebuah Organisasi atau dalam ruang lingkup yang lebih luas seperti sebuah Negara?
Menjadi seorang pemimpin merupakan sebuah amanah besar yang harus dilaksanakan dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab sebab kelak segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemimpin, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang paling besar, akan diperhitungkan pada suatu hari yang pasti, yakni Hari Penghisaban dialam baka maupun pertangung jawabkan dumuka umum. Sesungguhnya setiap manusia diamanahkan oleh Allah untuk menjadi seorang pemimpin. pasti setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin kita harus mampu mengorganisir diri dengan semaksimal mungkin dengan baik, mulai dari manajemen waktu yang baik, mengontrol diri dalam berbicara, bersikap, dan berperilaku, sampai dalam hal menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan istirahat. Jika kita telah mampu menjadi seorang pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri barulah kita kembangkan potensi kepemimpinan ini dalam ranah yang lebih luas seperti Organisasi atau lembaga
Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi atau lembaga merupakan sosok yang mempunyai peran sangat penting saling terkait “mau dibawa kemana” organisasi/lembaga tersebut. Akibat peran penting yang diemban oleh seorang pemimpin, maka yang menjadi pemimpin suatu organisasi/lembaga haruslah seorang yang mempunyai parameter dan indikator baik sebagai pemimpin yang baik.menjadi terbaik
yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin menurut penulis.
PERTAMA Pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya sebab pada hakikatnya kepemimpinan adalah sebuah seni mempengaruhi serta memberikan motivasi anggota untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan dan cita-cita organisasi/lembaga tersebut. Akan tetapi, kemampuan mempengaruhi ini harus dilakukan dengan seni –teknik menyampaikan- yang tepat, sebab jika kurang tepat dalam cara menyampaikan dikhawatirkan malah meninggalkan persepsi yang salah kepada para anggota.
KEDUA Pemimpin harus bersikap jujur dan terbuka. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap pemimpin sebab jika dalam hal kejujuran saja seorang pemimpin sudah meragukan maka bagaimana ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Kejujuran di sini juga terkait keterbukaan (transparansi) seorang pemimpin kepada anggotanya, yakni dalam menghadapi suatu permasalahan. Setiap anggota mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran dari setiap permasalahan yang ada. Jangan sampai keputusan dalam menghadapi suatu permasalahan hanya diputuskan oleh pemimpin sendiri tanpa melibatkan anggotanya.
KETIGA Pemimpin harus bersikap adil dan bijaksana. Dalam menghadapi suatu permasalahan seorang pemimpin harus bijaksana memandang masalah tersebut dari berbagai sisi sehingga dalam penyelesaiannya yang didiskusikan bersama anggota, akan dihasilkan sebuah keputusan yang tidak menguntungkan salah satu pihak/golongan. Dengan demikian, hasil keputusan tersebut dapat bersifat adil. Untuk kriteria ketiga ini sangat berhubungan dengan kriteria sebelumnya, yaitu jujur dan terbuka. Keputusan yang diambil ketika menghadapi suatu permasalahan harus sebelumnya terdapat keterbukaan dalam menyampaikan duduk permasalahan kepada anggota, sehingga keputusan yang diambil dapat bersifat adil dan dapat menunjukkan kebijaksanaan seorang pemimpin.
KEEMPAT Pemimpin harus disiplin. Salah satu sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang baik adalah disiplin. Artinya, setiap pemimpin harus mampu memajemenkan diri dengan baik sehingga kedisplinannya tersebut dapat dijadikan tauladan untuk para anggotanya. Satu hal yang harus selalu diingat oleh seorang pemimpin, yaitu “Pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Private Sector harus selesai sebelum mengurus Public Sector.” Dengan demikian, ketika seorang pemimpin sedang terjun ke ranah publik, sudah tidak lagi sibuk mengurusi hal-hal privat yang belum terselesaikan.
KELIMA Pemimpin harus mempunyai wawasan yang luas. Memimpin sebuah organisasi/lembaga berarti harus siap untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang menghampiri. Oleh karena itu, wawasan yang luas harus dimiliki setiap pemimpin untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Hal ini juga dapat dikembangkan dengan menumbuhkan sifat Open Minded.
KEENAM Pemimpin harus mampu membangun kerja sama yang baik dengan anggotanya. Dalam mengelola sebuah organisasi/lembaga, seorang pemimpin tidaklah mampu untuk menjalankan dan mengelolanya sendiri, melainkan pasti membutuhkan kerjasama dengan anggota. Pemimpin harus dapat membentuk suasana kerjasama yang nyaman sehingga anggota menjadi lebih produktif. Dengan demikian, melalui kerja sama yang sinergis ini tujuan dan cita-cita organisasi dapat tercapai. Akan tetapi, satu hal yang harus dipahami oleh seorang pemimpin, yakni seorang bos akan berkata “You Go!” kepada para anggotanya, sedangkan seorang pemimpin adalah yang berkata “Let’s Go!”.
KETUJUH Pemimpin harus senang mendengarkan. Hal ini yang seringkali luput dari pemimpin saat ini, yaitu kemampuan untuk mendengarkan. Ya, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, sebab kebanyakan orang-orang lebih suka untuk didengarkan daripada untuk mendengarkan. Padahal mendengarkan adalah sebuah kesempatan untuk lebih memahami dan mengerti, tentu akan sangat penting bagi seorang pemimpin, yakni pemahaman terhadap anggotanya. Ironinya adalah tidak semua pemimpin mau mendengarkan aspirasi dari orang lain, bahkan angggotanya sendiri, terbukti dengan adanya sikap “memilih-milih” orang yang sekiranya diajak berdiskusi olehnya. Bukankah pepatah mengatakan “Jangan lihat siapa yang menyampaikan, melainkan dengarlah apa yang disampaikan.” Dengan demikian, pemimpin yang baik pasti seorang pendengar yang baik. Ia akan semakin dihormati dan dikagumi para anggotanya sebab kerendahan hati yang dimiliki dengan kesediaannya untuk menjadi pendengar yang baik.
Terakhir –namun bukan yang terkahir-, pemimpin harus berani untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Dalam memimpin sebuah organisasi seorang pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengarahkan anggota dan organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar selalu berada di jalan yang Allah ridhoi sebab tanggung jawab sebagai seorang pemimpin bukanlah tanggung jawab yang main-main, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan.
Beberapa indikator yang telah disebutkan di atas memang bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dipenuhi, sebab manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tentu memiliki kekurangan. Akan tetapi, seorang pemimpin yang baik akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut, mengingat amanah yang diembannya ini pasti kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.


Senin, 13 Juli 2015

PEMIMPIN SEBAGAI AMANAH DI HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H

Menjelang Lebaran Hari Raya dan Pemilihan Kepala Daerah masyarakat dihadapkan pada suatu kondisi yang serba sulit. Infrastruktur dan regulasi yang masih semerawut, degradasi moralitas, sistem politik yang tidak stabil, dan sebagainya adalah kondisi-kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, wajar apabila kemudian masyarakat menuntut perlunya perbaikan dan perubahan yang lebih mendasar dan berkepentingan bagi semua orang. Dan itu perlu dimulai dari modal kepemimpinan yang memenuhi harapan masyarakat.kepemimpinan yang bisa menjadi acuan ihwal bagaimana bangsa ini harus melangkah ke depan. Hasil akhirnya, rakyat pun seperti anak ayam kehilangan induk.Banyak orang pinter tapi kehilangan akal Pemimpin yang baik adalah yang mengayomi bawahannya, bersikap bijaksana dan tegas, Memberi contoh yang baik, disiplin dan tanggung jawab. Jika pemimpin sudah bisa menjadi panutan,Sifat rendah hati dan merakyat menginspirasi untuk tidak membawa posisi pemimpin lupa apa akan janjinya kebijaksanaan, kecerdasan serta kemampuan dalam mengambil keputusan pemimpin adalah NAKHODA yang memiliki tujuan kemana kapal tersebut akan berlabuh.pemimpin ini selalu berpikir untuk memberikan inovasi ke depan, agar timnya berhasil menjadi pionir bukan Pemimpin menjadi follower.(pengikut ) pemimpin untuk meningkatkan kepercayaan publik. pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah (STAF)

1. Siddiq (jujur) sehingga ia dapat 

 dipercaya;

2. Tabligh (penyampai) atau 

kemampuan berkomunikasi dan 

 bernegosiasi;

3. Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;

4. Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.


Sabtu, 20 Juni 2015

SEORANG PEMIMPIN DAPAT MENCIPTAKAN SEORANG PEMIMPIN

ketahuilah! pada dasarnya semua manusia itu diciptakan untuk menjadi pemimpin maka jangan sampai kita merasa takut untuk menjadi pemimpin memotivasi serta kemampuan kita untuk dapat menjadi pemimpin yang baik dan mempunyai Integritas diri

1. Integritas kepada orang lain
Integritas atau memberikan kesetiaan atau kepedulian kepada orang lain atau bawahan, berarti mempertahankan nilai-nilai dan moral yang dipercayai kepada orang lain. Integritas akan menunjukkan kepada orang lain, komitmen terhadap satu hal dan bukan sebagai orang yang tulalit tidak percaya diri

2. Memelihara orang lain
Jika kita melihat ke sekeliling kita, maka akan kita saksikan bahwa ada orang di dalam hidup kita yang ingin diberi makan, dengan dorongan aman dan harapan, yang merupakan kebutuhan setiap manusia. Inti dari proses pemeliharaan adalah perhatian tulus kepada orang lain. Berikan perhatian dan rasa aman kepada orang yang dipimpin, namun tetap dengan cara yang mendidik.

3. Percaya terhadap kemampuan orang lain
Setiap orang akan senang jika mereka merasa dipercaya dan banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut. Berilah kepercayaan kepada orang yang kita pimpin sesuai dengan kemampuan dan wilayah kerjanya, namun sampaikan terlebih dahulu dengan jelas apa yang harus dia lakukan.

4. Mendengar apa yang disampaikan orang lain
Dengarkan dan perhatikan apa yang di sampaikan orang lain disekitar kita, ketika hal tersebut dilakukan sesungguhnya kita membangun hubungan terhadap orang lain dan mereka akan merasa dihargai. Karena pada dasarnya setiap orang pasti ingin dirinya dihargai, maka berikanlah hal itu. Orang yang tidak pernah menghargai orang lain, jangan pernah berharap dia akan dihargai apalagi dicintai.

5. Kemampuan memahami orang lain
Setiap orang sebenarnya ingin didengar, dihormati dan dipahami, ketika orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka akan merasa dimotivasi dan dipengaruhi secara positif. Sesungguhnya cara paling halus dan jitu untuk mempengaruhi dan mengambil hati orang lain adalah dengan memahami dan mendengarkan apa yang dia sampaikan. Berikan sepenuhnya apa yang sudah menjadi hak mereka tanpa harus melalaikan pendidikan untuk mereka sadar akan kewajiban mereka juga.

6. Mengembangkan bakat orang lain
Berarti kita membantu mereka menangkap peluang untuk membantu mewujudkan potensi mereka. Berikan kesempatan kepada orang yang kita pimpin agar mereka bisa terus maju dan meraih jenjang yang lebih tinggi. Tak akan pernah kita rugi bila kelak orang yang kita pimpin menjadi individu yang mandiri dan lebih sukses. Bahkan mereka mungkin akan menjadi akses atau relasi yang menguntungkan bagi kita di masa depan.

7. Menjadi arah (navigator) bagi orang lain
Berarti mengidentifikasi tempat tujuan. Ketika seseorang memiliki potensi pribadinya maka ia memerlukan arah untuk mengembangkan potensi tersebut. Dengan mengarahkan orang lain kepada kesuksesan, tanpa kita sadari kita pun telah melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses. Ilmu kita meningkat, pengalaman kita bertambah, kemampuan kita semakin diasah, relasi atau jaringan kita bertambah dan kebaikan kita pun berlipat ganda. Sungguh sebuah multiple effect yang luar biasa.

8. Berhubungan dengan orang lain
Dianalogikan pada rangkaian gerbong kereta api dan apa yang terjadi. Gerbong itu berada di atas rel, dimuati barang-barang, mempunyai tujuan dan rute. Tapi gerbong ini tidak memiliki arah jika tidak dihubungkan dengan lokomotif. Sama halnya ketika kita membawa orang pergi, kemana mereka harus pergi, dimana keberadaannya, ini hanya akan diketahui jika kita memiliki hubungan dengan banyak pihak, (maksudnya seorang pemimpin harus mempunyai arah dan tujuan yang jelas). Relationship dan multiple link adalah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin jika ia ingin timnya dan dirinya sukses. Semakin banyak relasi dan semakin luas jaringan yang kita miliki maka semakin besar peluang yang kita raih.

9. Memperlengkapi orang lain
Artinya ketika kita mempercayakan orang lain dengan sebuah keputusan penting maka kita harus dengan senang mendukungnya. Ketika kita memberi wewenang kepada orang lain maka kita telah meningkatkan kemampuan orang lain tanpa menurunkan kemampuan kita. Maksudnya jika seorang pemimpin telah mampu mendelegasikan tugas dengan baik kepada bawahannya, berarti ia telah membuat langkah cerdas dalam kerjanya, tugas yang tercapai lebih banyak dan lebih cepat. Bawahannya semakin pintar dan pada akhirnya tujuan bersama pun tercapai dengan hasil terbaik. Namun syarat sebelum pendelegasian adalah berikan penjelasan dan ilmu sampai orang yang kita delegasikan tersebut paham benar tentang apa yang harus ia lakukan.

10. Memproduksi orang berpengaruh
Artinya bagaimana ketika kita telah mengubah orang lain agar ia menjadi pengikut seperti diri kita. Pada akhirnya kita akan mampu menciptakan orang-orang berpengaruh yang kelak akan menciptakan orang-orang seperti kita juga. Dan terus seperti itu. Sehingga dalam lingkungan/koridor kepemimpinan kita semua personil, elemen dan pihak memiliki kemampuan seperti kita dan melakukan seperti apa yang kita inginkan tanpa harus selalu diperintah.

Menjadi Seorang Pemimpin "

*) Untuk menjadi seorang "Pemimpin" tak perlu kharisma ataupun ketrampilan berkomunikasi.
*) Seorang pemimpin yang baik bisa jadi Pendiam, Kasar, Ramah, Pemalu, Mengagumkan, Cerewet, suka menggertak, ataupun sifat manusia yang anda tahu dan punyai sekarang.
*) Seorang pemimpin mempunyai pengikut bahkan untuk seorang Pemimpin yang buruk sekalipun, karena tujuan kepemimpinan adalah untuk mendapatkan dan mencapai hasil.
*) Pemimpin yang buruk adalah yang memaksa orang - orang berupaya untuk mengontrol dan berpura - pura memiliki semua jawaban dengan tanpa sepengetahuan orang yang dimaksud dengan mengadopsi cara - cara orang tersebut dan diakui sebagai hasil pemikirannya (=pencurian ide - ide kreatif ataupun intelektualitas) dan untuk mendapatkan sesuatu selain hasil jangka panjang.
*) Pemimpin yang baik selalu mendapatkan hasil jangka panjang dengan memotivasi dan membebaskan pengikutnya untuk berfokus pada hasil dan tujuan yang ingin dicapai.
*) Ada dua karakteteristik untuk memotivasi orang ataupun pengikut yang dimiliki seorang Pemimpin yang baik :


  - Seorang Pemimpin harus berpegang pada suatu ide dan sebuah nilai yang dihormati orang lain.
  - Seorang Pemimpin memiliki kemampuan untuk mendefinisikan realitas untuk orang - orang yang bekerja untuknya ataupun pengikutnya.
*) Seorang Pemimpin tidak memiliki sifat - sifat umum, namun mereka memiliki kesamaan karakteristik yang secara total mendefinisikan pekerjaan mereka (Pemimpin), adapun karakteristik seorang Pemimpin adalah :
     - Mempunyai kemauan untuk memimpin bukan mengelola.
    - Memelihara moral yang tinggi.
   - Terfokus dan mampu memfokuskan orang yang mereka pimpin.
   - Memandang masa depan dengan harapan dan optimisme.
   - Mengambil resiko secara hati - hati.
  - Jujur pada diri sendiri.
  - Terus berjalan walau banyak rintangan dan hambatan.
  - Mengambil perspektif jangka panjang.
 - Tetap tenang saat diserang kritikan.
 - Memastikan orang dan pngikutnya memiliki sumber daya untuk melakukan pekerjaan mereka (pengikutnya).
 - Memulai perubahan daripada bereaksi terhadap perubahan.
 - Mengambil alih tanggung jawab.
 - Penuh ingin tahu dan fleksibel.
 - Melihat kesempatan dalam tantangan.
 - Meluangkan waktu untuk mengajarkan pada orang atau pengikutnya tentang sudut pandang mereka.
 - Membuat keputusan instingtif berdasar pengalaman, pengetahuan dan wawasan.
 - Dapat mengubah dunia kearah yang lebih baik.
  - Menguji asumsi secara konstan.
 - Mempunyai sikap mengambil alih kesalahan.
  - Tidak mentertawakan dan menyalahkan orang atau pengikutnya atas ide - ide dan usaha mereka atas kontribusinya dalam tujuannya mencapai hasil.
  - Mengambil alih tanggung jawab.
  - Menetapkan standar dan tujuan.
 - Menginginkan masa depan organisasi yang dipimpinnya menjadi lebih baik.
 - Tidak mengontrol secara berlebihan.
 - Percaya pada dirinya sendiri dan orang - orangnya.
- Mentoleransi kekeliruan.
 - Mengorientasi diri mereka sendiri (=Pemimpin) terhadap konsumen.
 - Bekerja untuk menanam nilai - nilai kebenaran kepada orang - orang dan pengikut mereka.
Tidak semua karakteristik tersebut dimilik seorang Pemimpin namun Pemimpin yang baik sering menunjukkan kebanyakan diantaranya dan tidak semua Manager atau Atasan adalah Pemimpin, dan tidak semua karyawan adalah pemimpin, karena bisa jadi dalam setiap karyawan yang bekerja adalah Pemimpin dan setiap Pemimpin adalah Pekerja
Pemimpin Komando yang baik haruslah mempunyai beberapa karakter dasar yang menghiasi dirinya. Karakter-karakter tersebut antara lain:
         Beriman
        Ikhlas
        Yakin dan tawakkal
        Berilmu pengetahuan dan mau belajar
        Berpendidikan atau berjiwa pendidik
        Murah hati atau santun
       Berkelakuan baik
       Memiliki kasih sayang dan keramahan
       Berkeadilan
       Bersabar dan mampu menahan penderitaan
      Mempunyai kemampuan keterampilan induvidual
      Rasa jiwa korsa penuh semangat kebersamaan

JIWA KORSA PEMIMPIN